Pendahuluan
Analisa antena menjadi bagian yang penting dikarenakan beberapa
alasan, yaitu:
- Mengurangi siklus coba-coba yang mahal dalam proses desain.
- Memastikan
kelebihan dan keterbatasan antena melalui studi parametrik.
- Memberikan pemahaman tentang prinsip pengoperasian yang berguna untuk desain baru, modifikasi desain yang sudah ada, atau konfigurasi antena baru.
Tujuan utama analisa antena adalah memprediksi karakteristik
radiasi seperti pola radiasi, penguatan, dan polarisasi, serta karakteristik
medan dekat seperti impedansi masukan, lebar pita impedansi, kopling bersama,
dan efisiensi antena. Analisis antena mikrostrip menjadi rumit dikarenakan
beberapa faktor, yaitu:
- Ketidakhomogenan dielektrik.
- Kendali batas yang tidak homogen.
- Karakteristik pita frekuensi yang sempit.
- Beragamnya konfigurasi umpan, patch, dan substrat.
Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara kompleksitas metode dan akurasi solusi. Model yang diusulkan atau digunakan harus memiliki karakteristik sebagai berikut
TEKNIK ANALISIS DAN TANTANGAN
Beberapa metode analisis yang digunakan dalam perancangan antena mikrostrip antara lain:
-
Model Saluran Transmisi (Transmission Line Model) – sederhana dan cepat, cocok untuk patch persegi panjang.
-
Model Jaringan (Network Model) – meninjau hubungan antar port (input–output).
-
Metode Integral (Integral Equation Methods) seperti:
-
Method of Moments (MoM)
-
Persamaan Integral Lapisan Ganda (PILL)
-
TDIE (Time Domain Integral Equation)
-
-
Metode Gelombang Penuh (Full-Wave Method) – berbasis persamaan Maxwell seperti FDTD
-
Wilayah Interior (Interior Region)Terdiri dari patch konduktor, substrat, dan ground plane.Dimodelkan sebagai saluran transmisi atau rongga resonansi.
-
Wilayah Eksterior (Exterior Region)
Mencakup medan radiasi, gelombang permukaan, dan fringing field.
Gambar 2.1 Pembagian medan yang
terkait dengan antena menjadi wilayah interior dan wilayah eksterior.
Model ini menyederhanakan analisis dengan mengisolasi efek dari masing-masing wilayah.
-
Arus Listrik Permukaan (J):
Terletak di permukaan patch, maksimum di tengah dan menurun ke arah tepi. -
Arus Magnetik Permukaan (M):
Mewakili medan listrik tangensial pada substrat, menurun dari pusat ke tepi patch.
Gambar 2.2 Variasi arus magnetik
permukaan untuk mode TM11 pada patch melingkar.
Distribusi arus ini penting untuk menentukan efisiensi radiasi dan arah polarisasi antena.
B. Lebar Celah Efektif dan Panjang Apertur
Lebar celah efektif ditentukan oleh ketebalan substrat dan efek medan pinggiran, sedangkan panjang apertur sedikit lebih besar dari panjang fisik patch.
Model ini diperluas untuk memasukkan tepi non-radiasi, guna meningkatkan ketelitian perhitungan radiasi.
Gambar 2.3 Variasi arus listrik
permukaan untuk mode TM pada patch melingkar.
Analisis medan magnet permukaan ini memperlihatkan bahwa medan magnet maksimum terjadi di tepi patch dan menurun ke arah pusat.
Model Jalur Transmisi (Transmission Line Model)
Patch antena mikrostrip dianggap sebagai potongan jalur transmisi dengan dua tepi radiasi. Setiap tepi dimodelkan sebagai admitansi beban dengan konduktansi (G) dan suseptansi (B).
Persamaan admitansi input antena mikrostrip:
Gambar 2.4 Model radiasi empat slot:
(a) Model empat slot. (b) Model
empat slot dengan sudut.
GTLM adalah pengembangan dari TLM yang memperhitungkan propagasi dua arah ortogonal.
Kelemahan utama GTLM adalah sulit diterapkan untuk patch bentuk arbitrer dan sistem umpan kompleks.
Gambar 2.5 (a) Model saluran transmisi sederhana dan
(b) model saluran transmisi dengan kopling bersama.
Model Jalur Transmisi Rugi-Rugi (Lossy Transmission Line Model)
Model ini memasukkan efek rugi konduktor, dielektrik, dan radiasi. Konstanta dielektrik efektif ditulis sebagai:
Model Rongga (Cavity Model)
Antena mikrostrip dimodelkan sebagai rongga resonansi dengan dinding listrik pada bagian atas dan bawah serta dinding magnetik di tepi. Untuk substrat tipis (), medan dianggap hanya bervariasi pada bidang x–y.
Persamaan medan listrik pada rongga:
Gambar 2.7
Pendekatan Multiport Network Model (MNM) adalah salah satu cara paling umum untuk memahami perilaku antena mikrostrip secara realistis. Dalam model ini, tepi antena dianggap sebagai serangkaian port kecil yang berinteraksi satu sama lain.
Setiap tepi dibagi menjadi dua jenis:
-
Radiating Edge (R-EAN) — tepi yang memancarkan energi ke udara.
-
Non-Radiating Edge (NR-EAN) — tepi yang tidak memancarkan energi, tetapi menyimpan energi reaktif (kapasitif).
Rumus umum hubungan arus dan tegangan di setiap port adalah:
2.6 Medan Radiasi
Pola radiasi suatu antena merupakan salah satu karakteristik yang paling penting dan paling mudah ditentukan pada antena patch. Perhitungan pola radiasi dari antena patch dilakukan dengan pendekatan yang sama, terlepas dari model analitis yang telah dibahas sebelumnya. Dalam perhitungannya, diasumsikan bahwa medan listrik pada keliling (perimeter) patch telah diketahui. Selanjutnya, digunakan konsep sumber ekuivalen (equivalent source concept) [61] untuk menentukan medan radiasi (radiation fields). Arus magnetik ekuivalen (equivalent magnetic current) kemudian didefinisikan sebagai:
[Gambar 2.17] — Perbandingan antara hasil teoretis dan hasil eksperimen untuk kopling mutual bidang-H antara dua patch mikrostrip persegi panjang.dengan adalah vektor normal permukaan patch.
Untuk patch persegi panjang, komponen medan jauh dinyatakan:
Rumus berikut menunjukkan respon radiasi antena pada bidang E, yaitu bidang di mana arah medan listrik utama berada. Parameter menyatakan konstanta dielektrik substrat, adalah bilangan gelombang di ruang bebas, dan merupakan ketebalan substrat.
Fungsi digunakan sebagai faktor koreksi yang memperhitungkan bagaimana medan elektromagnetik berinteraksi di dalam substrat dielektrik sebelum merambat keluar menuju udara. Fungsi ini merupakan bentuk lain dari faktor koreksi yang sama, tetapi berlaku untuk bidang H, yaitu bidang di mana medan magnet utama berada.
Perbedaannya terletak pada posisi cos θ dan,
di penyebut, yang menunjukkan perbedaan fase antara medan listrik dan medan magnet pada arah tersebut.
Pola radiasi antena mikrostrip di atas substrat dapat dihitung dengan mengalikan faktor-faktor koreksi tersebut dengan faktor susunan (array factor). Dengan cara ini, pola radiasi antena patch persegi panjang bisa diperoleh dari kombinasi antara pola radiasi slot dan pola interferensi antar tepi (edges). Untuk antena mikrostrip bentuk lain (misalnya lingkaran atau elips), pendekatannya mirip, hanya fungsi bentuknya yang berbeda.
2.7 Admitansi Celah
Model admitansi celah menjelaskan bahwa pengaruh medan luar terhadap impedansi masukan antena direpresentasikan sebagai admitansi beban, yang terdiri dari konduktansi celah (mewakili daya yang diradiasikan) dan susceptance celah (mewakili energi yang tersimpan di medan dekat). Nilai konduktansi radiasi dihitung agar daya yang hilang sama dengan daya yang dipancarkan oleh antena, sedangkan susceptance celah diperoleh melalui analisis medan dekat.
Karena distribusi medan pada celah sulit ditentukan secara tepat, digunakan pendekatan medan open-circuit ideal yang cukup akurat untuk menggambarkan daya yang diradiasikan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa radiasi dari ujung terbuka saluran mikrostrip dapat dianalisis dengan dua cara, yaitu metode arus konduktor dan metode medan celah, yang keduanya memberikan hasil ekuivalen. Dalam pembahasan ini digunakan pendekatan medan celah, karena lebih sederhana untuk menggambarkan proses radiasi yang terjadi pada antena mikrostrip.
2.7.1 Konduktansi Apertur
Pertimbangkan sebuah aperture atau celah (slot) yang memancarkan gelombang dan terletak pada bidang patch, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.18. Konduktansi aperture dari celah ini telah dihitung oleh berbagai peneliti menggunakan pendekatan yang berbeda ([4], Bab 10). Pendekatan paling sederhana mengasumsikan bahwa distribusi medan pada celah dengan panjang terbatas dan lebar a serupa dengan distribusi medan pada celah yang panjangnya tak hingga dan dieksitasi secara seragam, dengan lebar yang sama a, pada sebuah bidang pentanahan (ground plane).
[Gambar 2.18] — Perbandingan antara hasil teoretis dan hasil eksperimen untuk mutual coupling pada bidang-H (H-plane) antara dua patch mikrostrip berbentuk persegi panjang.
Nilai menentukan seberapa besar daya dapat keluar dari antena. Jika substrat tebal atau memiliki besar, gelombang lebih banyak terjebak di substrat, menurunkan efisiensi radiasi. Karena itu, pemilihan substrat sangat berpengaruh terhadap gain antena.
2.7.2 Susceptance Tepi
2.8 Mutual Admitansi (Yₘ)
Diketahui dari analisis antena mikrostrip patch bahwa kopling saling (mutual coupling) antara tepi-tepi patch memegang peranan penting dalam menentukan impedansi masukan secara akurat. Informasi ini juga diperlukan untuk menentukan kopling saling antar-patch pada perancangan susunan antena (antenna array). Admitansi saling (mutual admittance) antara tepi yang memancarkan dimasukkan secara eksplisit dalam rangkaian ekivalen pada model saluran transmisi dan model jaringan multiport. Sedangkan pada model rongga (cavity model), efek konduktansi saling (mutual conductance) dimasukkan secara implisit melalui perhitungan tangent rugi efektif (effective loss tangent) berdasarkan daya yang diradiasikan. Hanya sedikit persamaan bentuk tertutup (closed-form expressions) yang tersedia untuk admitansi saling antara aperture. Persamaan yang tersedia dapat ditemukan pada [4, Bab 9].
2.8.1 Konduktansi Mutual
Di mana (gₛ) dan (gₘ) masing-masing merupakan konduktansi diri per satuan panjang (self-conductance per unit length) dan konduktansi saling per satuan panjang (mutual conductance per unit length) dari dua celah (slot) yang sangat panjang dan dieksitasi dalam mode TE (Transverse Electric) pada bidang konduktor sempurna.
Kedua celah tersebut ditunjukkan pada Gambar 2.20. Persamaan untuk (gₛ) telah diturunkan pada Bagian 2.7.1 dan diberikan dalam Persamaan (2.66). Persamaan untuk (gₘ) dapat diturunkan dengan cara yang serupa. Untuk hal ini, daya saling (mutual power) antara kedua slot yang saling berkopel ditentukan dengan cara mengambil transformasi Fourier dari medan pada celah (slot fields).
[Gambar 2.20] — Geometri untuk menentukan kopling saling antara dua celah (slot) yang panjangnya tak hingga.Faktor kopling g akhirnya diperoleh sebagai:
2.9 Model untuk Probe Koaksial pada Antena Mikrostrip
Metode probe koaksial adalah salah satu cara paling umum untuk memberi eksitasi pada patch antena mikrostrip. Dalam konfigurasi ini, konduktor dalam (inner conductor) dari kabel koaksial menembus substrat dan dihubungkan ke patch, sedangkan konduktor luarnya (outer conductor) disambungkan ke ground plane.
Kelebihan metode ini:
-
Mudah diimplementasikan secara praktis.
-
Mampu menyesuaikan impedansi input dengan cara mengatur posisi feed.
-
Cocok untuk antena tunggal maupun array mikrostrip.
Namun, kekurangannya adalah munculnya induktansi tambahan akibat panjang probe yang menembus substrat, yang dapat menggeser frekuensi resonansi dan mempersempit bandwidth antena.
Model probe secara ekuivalen dapat digambarkan sebagai rangkaian induktor dan kapasitor paralel yang memodelkan efek medan di sekitarnya. Impedansi probe ditulis sebagai:
Model ini menjelaskan bahwa umpan koaksial menghasilkan medan listrik radial di aperture-nya. Medan ini dapat dimodelkan sebagai cincin arus magnetik pada ground plane, yang kemudian menimbulkan arus pada probe.
Dalam pendekatan yang lebih akurat, diasumsikan ada gelombang TEM yang masuk ke aperture koaksial. Sistemnya terdiri dari konduktor luar yang terpasang pada pelat bawah dan konduktor dalam yang menembus hingga ke pelat atas. Dari model ini, dapat dihitung admitansi probe dengan mempertahankan kekontinuan medan listrik dan magnet di sekitar aperture.
dan admitansinya adalah :
dengan:
dan : induktansi akibat panjang probe dan efek medan dekat,
-
: kapasitansi antara patch dan ground.
Arus pada probe menghasilkan medan magnet melingkar di sekitar konduktor. Medan ini berinteraksi dengan patch dan menyebabkan reaktansi induktif. Nilai reaktansi dapat dikurangi dengan memperpendek probe atau menggunakan substrat ber-εr tinggi untuk memperpendek panjang efektif medan. Selain itu, posisi feed sangat memengaruhi impedansi input antena — semakin dekat ke tepi patch, semakin besar reaktansi induktif yang muncul. Dengan mengatur posisi feed secara tepat, pencocokan impedansi yang baik dapat dicapai tanpa perlu rangkaian eksternal tambahan.
Rangkaian ekivalen probe masih bisa digunakan jika patch berukuran terbatas dan probe tidak terlalu dekat tepi. Namun, meski teori menyebut impedansi probe tidak bergantung pada posisi, hasil praktis menunjukkan reaktansi probe berubah sesuai posisi umpan.
Untuk patch tanpa beban, perubahan ini kecil sehingga persamaan Y probe masih valid. Tapi untuk patch yang dibebani (misalnya dengan slot, short, atau dioda varaktor), frekuensi dan reaktansinya berubah, sehingga persamaan tersebut tidak lagi akurat. Dalam kasus itu, diperlukan perhitungan numerik atau pengukuran langsung untuk menentukan kinerja antena.
[Gambar 2.22] —Reaktansi umpan yang diukur pada 1400 MHz untuk sebuah patch persegi panjang.2.10 Perbandingan Model Analitis
2A.1 Pendahuluan
Model saluran transmisi umum (Generalized Transmission Line Model – GTLM) pada prinsipnya dapat diterapkan pada setiap antena mikrostrip yang memiliki geometri terpisah (separable geometry). Banyak jenis patch antena yang digunakan dalam praktik termasuk dalam kategori ini.
Dasar teori dari model ini dijelaskan pada lampiran ini.
Terdapat dua tipe konfigurasi patch mikrostrip dengan geometri yang dapat dipisahkan, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2.24.
Patch pada Gambar 2.24(b) memiliki empat sisi yang didefinisikan oleh , , , dan .
Cincin lingkaran merupakan contoh tipe pertama, sedangkan patch persegi panjang merupakan contoh tipe kedua. Patch lingkaran memiliki hanya satu sisi yang memancar dan termasuk dalam tipe pertama ketika sisi bagian dalamnya () berukuran sangat kecil hingga mendekati titik.
Untuk mengembangkan model ini, analisis dimulai dari konfigurasi medan di bawah logam patch.
di mana adalah operator Laplace dan adalah bilangan gelombang dalam substrat tempat patch dicetak.
Pada antena mikrostrip praktis, ketebalan substrat jauh lebih kecil dibandingkan panjang gelombang dalam medium dielektrik (biasanya ). Oleh karena itu, medan listrik dapat dianggap konstan sepanjang arah z.
Dengan demikian, Persamaan dapat ditulis dalam koordinat kurvilinear sebagai berikut:
Model ini mengasumsikan bahwa konfigurasi patch yang dipertimbangkan memiliki geometri yang dapat dipisahkan, artinya solusi untuk dapat ditulis sebagai hasil kali dua fungsi tunggal:
Kedua bentuk di atas pada dasarnya memberikan hasil yang serupa. Tanpa kehilangan keumuman, dapat dipilih bentuk pertama
Dengan pemisahan ini, diperoleh dua persamaan diferensial terpisah:
dengan adalah konstanta pemisahan yang tidak bergantung pada maupun .
2A.2 Persamaan Saluran Transmisi
Bagian ini mengaitkan medan listrik dan medan magnet pada patch dengan konsep saluran transmisi. Patch dianggap sebagai potongan saluran transmisi tidak seragam antara dua sisi radiasi.
Ada dua arah saluran yang mungkin:
- Arah u, yaitu antar sisi dengan dan
-
Arah v, yaitu antar sisi dengan dan .
Biasanya dipilih arah yang memancarkan daya terbesar, yaitu arah dengan perubahan medan paling lambat.
2A.2.1 Saluran Transmisi pada Arah u
Tegangan dan arus saluran didefinisikan sebagai:
Karena parameter saluran merupakan fungsi dari , maka rangkaian ekuivalen patch dianggap sebagai saluran transmisi tak seragam. Bentuk dari fungsi , , dan ditentukan oleh geometri patch. Sementara itu, konstanta bergantung pada mode operasi dan diperoleh dari penyelesaian persamaan dengan kondisi batas tertentu.
Jika kontur radiasi tertutup, maka harus merupakan fungsi periodik terhadap , sehingga nilai bersifat diskret dan masing-masing mewakili satu mode transmisi. Namun, jika kontur tidak tertutup, maka menjadi kompleks karena adanya kebocoran daya melalui aperture pada dan . Selanjutnya, tegangan dan arus saluran pada arah akan dibahas.
2A.2.2 Saluran Transmisi Arah v
Untuk arah v, definisinya:
Diperoleh hubungan:
Persamaan ini menunjukkan bahwa patch juga dapat dipandang sebagai saluran transmisi arah v yang membawa daya dengan karakteristik berbeda.
2A.3 Rangkaian Ekivalen Saluran Transmisi Tak Seragam
Bagian ini menurunkan rangkaian π (pi) dari satu potongan saluran transmisi.
Hubungan antara arus dan tegangan di dua port ditulis sebagai:
dengan:Dengan menerapkan kondisi batas , diperoleh:Kedua bagian ini masing-masing digambarkan sebagai jaringan π dengan parameter sesuai persamaan di atas.
2A.4 Admittansi Radiasi
Sebuah lubang radiasi dapat diwakili oleh admittansi setara, di mana susceptansi disebabkan oleh energi yang tersimpan dalam medan fringes dan
![]()
2A.5 Impedansi Masukan
di mana 𝐸𝑧(𝑢₁)𝑓₂(𝑣) dan 𝐸𝑧(𝑢₂)𝑓₂(𝑣) adalah medan listrik aperture pada 𝑢 = 𝑢₁ dan 𝑢 = 𝑢₂ masing-masing. 𝐻𝑣𝑚 (𝑢₁, 𝑢₂) 𝑓₂(𝑣) adalah medan magnet di 𝑢 = 𝑢₁ yang dihasilkan oleh sumber di 𝑢 = 𝑢₂. Medan magnetik 𝐻𝑣𝑚 (𝑢₁, 𝑢₂) dapat ditentukan menggunakan teknik fungsi Green dan diberikan oleh
Lampiran 2B: Fungsi Eigen, Dimensi Ekivalen, dan Permittivitas Efektif untuk Beberapa Bentuk Patch dengan Geometri Terpisah
Persegi Panjang
Segitiga 30° dan 60°
Cakram
Sektor Lingkaran
Cincin Lingkaran
Konstanta Dielektrik Efektif dan Dimensi Ekivalen
Permittivitas Efektif
Model Analitis untuk Antena Microstrip
Berbagai jenis radiator mikrostrip, aplikasinya, mekanisme radiasi, model untuk berbagai jenis sumber daya, dan karakteristik dasar antena dibahas dalam Bab 1. Analisis antena dilakukan dalam bab ini. Analisis antena penting untuk beberapa alasan, termasuk:
Hal ini dapat mengurangi jumlah siklus percobaan yang mahal dengan membantu proses desain.
Analisis dapat digunakan untuk menentukan kelebihan dan keterbatasan antena dengan melakukan studi parametrik.
Analisis dapat memberikan pemahaman tentang prinsip kerja yang dapat berguna untuk desain baru, modifikasi desain yang sudah ada, dan pengembangan konfigurasi antena baru.
Tujuan analisis antena adalah untuk memprediksi karakteristik radiasi seperti pola radiasi, gain, dan polarisasi, serta karakteristik medan dekat seperti impedansi masukan, lebar pita impedansi, coupling mutual, dan efisiensi antena. Analisis antena mikrostrip menjadi rumit karena adanya ketidakhomogenan dielektrik, kondisi batas yang tidak homogen, karakteristik rentang frekuensi yang sempit, serta berbagai konfigurasi sumber daya, bentuk patch, dan substrat. Oleh karena itu, keseimbangan dicapai antara kompleksitas metode dan akurasi solusi dengan mengorbankan salah satu atau lebih dari fitur-fitur yang tercantum di atas. Model yang dihasilkan dikatakan sebagai model yang baik jika memiliki karakteristik berikut [1]:
Dapat digunakan untuk menghitung semua karakteristik impedansi dan radiasi antena yang dibahas.
Hasilnya cukup akurat untuk tujuan yang dimaksud.
Model tersebut sesederhana mungkin, sambil tetap memberikan akurasi yang diusulkan untuk karakteristik impedansi dan radiasi.
Model tersebut dapat diinterpretasikan dalam terms fenomena fisik yang diketahui.
Banyak teknik rumit telah diusulkan dan digunakan untuk menentukan karakteristik antena microstrip. Teknik analitis meliputi model garis transmisi, model garis transmisi umum, model rongga, dan model jaringan multiport. Teknik-teknik ini mempertahankan kesederhanaan dengan mengorbankan akurasi. Metode gelombang penuh semakin mendapat perhatian karena ketelitian dan akurasi yang lebih tinggi. Metode ini, secara umum, didasarkan pada persamaan integral tipe Sommerfeld dan penyelesaian persamaan Maxwell di domain waktu. Metode numerik yang menonjol meliputi analisis persamaan integral di domain spektral, analisis persamaan integral di domain ruang, dan pendekatan finite-difference time-domain (FDTD). Metode yang didasarkan pada persamaan integral membuat satu asumsi penting: substrat dielektrik dan bidang tanah dianggap tak terbatas. Solusi menjadi lebih akurat ketika substrat dan bidang tanah memiliki panjang beberapa panjang gelombang. Teknik FDTD lebih efisien untuk antena berukuran terbatas. Dampak ukuran terbatas pada perilaku impedansi kurang parah karena antena mikrostrip secara inheren merupakan struktur resonan dan karakteristik impedansinya terutama ditentukan oleh patch. Perilaku radiasi, di sisi lain, sangat dipengaruhi oleh ukuran terbatas substrat terutama disebabkan oleh pembangkitan gelombang permukaan dan difraksi gelombang tersebut di tepi substrat. Akibatnya, teori difraksi kadang-kadang digunakan bersamaan dengan metode lain untuk meningkatkan prediksi pola radiasi. Model analitis pertama kali dikembangkan untuk antena mikrostrip. Model ini menggunakan asumsi penyederhanaan, tetapi umumnya menawarkan solusi sederhana dan analitis, yang sangat cocok untuk memahami fenomena fisik dan untuk desain antena CAD. Dalam metode atau model analitis, medan yang terkait dengan antena dibagi menjadi wilayah dalam dan wilayah luar [2], seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.1. Wilayah dalam terbentuk oleh konduktor patch, bagian bidang tanah di bawah patch, dan dinding yang terbentuk oleh proyeksi dari tepi patch ke bidang tanah. Medan di wilayah ini dapat dimodelkan sebagai bagian dari garis transmisi atau rongga, yang menghasilkan penamaan model garis transmisi dan model rongga. Wilayah eksterior adalah sisa ruang. Ini mencakup sisa bidang tanah, sisa dielektrik, dan bagian atas permukaan konduktif patch. Medan di wilayah eksterior terdiri dari medan radiasi, gelombang permukaan, dan medan pinggiran. Medan-medan ini diwakili dalam bentuk admittansi beban pada beberapa model. Pada model yang lebih sederhana, efek medan-medan ini dijelaskan dalam bentuk peningkatan sudut kerugian dielektrik dan dimensi setara antena.
Model Apertur untuk Medan di Wilayah Eksterior
Mekanisme radiasi dari antena microstrip dijelaskan dalam Bagian 1.1.2, di mana ditunjukkan bahwa tepi radiasi dapat dimodelkan sebagai celah/lubang pada bidang antarmuka. Lebar celah secara prinsip seharusnya tak terbatas, tetapi analisis menunjukkan bahwa medan listrik berkurang dengan cepat jauh dari tepi. Sebagai dukungan untuk ini, arus permukaan listrik dan magnetik yang dihitung pada antena patch disajikan selanjutnya. Kishk dan Shafai melakukan analisis semacam itu untuk antena patch lingkaran dengan bidang tanah berukuran terbatas [3]. Geometri patch ditunjukkan pada gambar inset pada Gambar 2.2. Distribusi arus permukaan magnetik dan listrik yang dihitung untuk mode TM₁₁ ditunjukkan pada Gambar 2.2 dan 2.3, masing-masing. Sumbu x menunjukkan posisi radial pada batas luar permukaan mikrostrip. Hanya setengah dari kontur permukaan yang ditampilkan karena geometri tersebut simetris secara rotasi. Titik A hingga B sesuai dengan posisi pada bidang tanah, titik B hingga C mewakili substrat dielektrik yang mendukung arus permukaan listrik dan magnetik, sedangkan titik C hingga D sesuai dengan permukaan patch.
Distribusi arus magnetik M, yaitu medan listrik tangensial pada substrat, ditunjukkan pada Gambar 2.2. Arus magnetik berkurang secara bertahap dari C ke B, menunjukkan medan fringing yang kuat di dekat C. Gambar 2.3 menunjukkan bahwa arus listrik paling kuat pada permukaan patch dan paling lemah pada bidang tanah. Kontribusi terhadap medan radiasi, oleh karena itu, terutama berasal dari J pada patch dan dari M.
Mode Garis Transmisi Sederhana
Sirkuit ekivalen pada Gambar 2.5(b) telah diselesaikan secara berbeda dalam pendekatan yang disebut model garis transmisi umum (GTLM) [5, 15, 16]. Dalam pendekatan ini, bagian-bagian garis transmisi, yang mungkin tidak seragam, di kedua sisi sumber arus disederhanakan menjadi ekivalen jaringan. Sirkuit ekivalen yang dihasilkan ditunjukkan pada Gambar 2.6(b). Sirkuit ekivalen ini kemudian disederhanakan menggunakan transformasi star-delta dan delta-star untuk mendapatkan tegangan di sumber arus [6].
Penerapan GTLM tidak terbatas pada patch persegi panjang. Sebaliknya, metode ini dapat diterapkan pada geometri terpisah apa pun dari antena mikrostrip. Sebagian besar patch yang digunakan secara praktis termasuk dalam kategori ini. Bentuk patch yang diteliti menggunakan model ini meliputi patch persegi panjang [15, 16], patch lingkaran [5], cincin lingkaran [6], sektor annular dan lingkaran [7], serta susunan konsentris cincin lingkaran [17] untuk polarisasi linier. Cincin elips [18] dan cincin lingkaran dengan stub [19] telah diteliti sebagai antena polarisasi lingkaran.
Perbedaan utama antara model garis transmisi dan GTLM adalah bahwa patch dalam GTLM dimodelkan dalam bentuk garis transmisi pada arah ortogonal. Akibatnya, variasi medan sepanjang arah transversal termasuk dalam GTLM. Untuk aplikasi pada geometri non-persegi panjang, garis transmisi umumnya bersifat tidak seragam. Selain itu, definisi admittansi dinding dalam GTLM berbeda dengan yang digunakan dalam model lain. Latar belakang teoretis GTLM dijelaskan secara rinci dalam Lampiran 2A di akhir bab ini. Selanjutnya, kami menerapkan teknik ini pada antena mikrostrip cincin lingkaran.
Penerapan GTLM pada Antena Mikrostrip Cincin Lingkaran
2.2.4 Model Garis Transmisi (Transmission Line Model)
Model Garis Transmisi (TLM) merupakan model paling sederhana untuk menganalisis antena mikrostrip. Dalam pendekatan ini, patch antena dianggap sebagai dua celah radiasi yang dihubungkan oleh sebuah garis transmisi. Setiap celah dianggap sebagai sumber radiasi yang memancarkan gelombang elektromagnetik.
Model ini mendasarkan analisisnya pada impedansi karakteristik dari saluran transmisi dan jarak antara dua celah. Secara matematis, hubungan antara tegangan dan arus pada antena dinyatakan sebagai:
-
Radiasi dari tepi patch
-
Kerugian dielektrik dari substrat
-
Resistansi konduktor (tembaga)
Meskipun sederhana dan mudah digunakan, TLM memiliki keterbatasan dalam menangani geometri kompleks atau substrat dengan ketebalan besar.
Gambar 2.9: Contoh konfigurasi patch mikrostrip yang dapat dianalisis dengan GTLM
2.3 Model Rongga (Cavity Model)
Model rongga memandang antena mikrostrip sebagai sebuah rongga resonan berkerugian yang dibatasi oleh dinding listrik pada bagian atas dan bawah, serta dinding magnetik di sepanjang tepi patch. Model ini dikembangkan oleh Lo dan rekan-rekannya dan memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan model garis transmisi.
Prinsip Dasar:
-
Medan di dalam patch dianggap tidak bervariasi terhadap arah ketebalan substrat karena nilai
.h ≪ λ 0 -
Medan listrik (
) hanya berarah vertikal, sedangkan medan magnet (E z ) berarah transversal.H x , H y -
Kondisi batas listrik dan magnetik ditetapkan sebagai berikut:
Medan dalam rongga memenuhi persamaan gelombang inhomogen:
Impedansi masukan antena didefinisikan sebagai:
Untuk memasukkan efek kerugian, digunakan pendekatan faktor kualitas (Q-factor):
di mana
2.4 Model Rongga Umum (Generalized Cavity Model)
Model rongga umum merupakan perluasan dari model rongga klasik untuk menganalisis patch dengan bentuk geometri tak beraturan, seperti patch berbentuk salib, H, atau lingkaran ganda.
Dalam model ini, patch dibagi menjadi beberapa segmen berbentuk sederhana (persegi panjang, lingkaran, segitiga), kemudian setiap segmen dihitung menggunakan fungsi Green. Matriks impedansi tiap segmen ditulis sebagai:
Matriks impedansi total dari antena diperoleh melalui metode koneksi multiport:
Gambar 2.11(b): Model jaringan multiport dari patch berbentuk salib
2.5. Model Jaringan Multiport (Multiport Network Model – MNM)
Model jaringan multiport (MNM) merupakan pengembangan dari model rongga yang memperhitungkan admittansi beban dan interaksi timbal balik (mutual coupling) antara tepi-tepi patch.
Setiap tepi antena dibagi menjadi sejumlah port, baik untuk tepi radiasi maupun non-radiasi. Hubungan antara tegangan dan arus tiap port dinyatakan sebagai:
Admittansi total yang mewakili pengaruh medan luar terdiri dari dua komponen:
-
Bagian nyata → mewakili daya yang dipancarkan
-
Bagian imajiner → mewakili energi medan yang tersimpan
Untuk distribusi tegangan yang tidak seragam sepanjang tepi radiasi, konduktansi per satuan panjang diberikan oleh:
Admittansi mutual antara dua patch dalam array antena diberikan oleh:
Model ini memungkinkan analisis kompleks pada antena array, termasuk efek kopling antar elemen dan distribusi tegangan yang tidak seragam.
2.6 Medan Radiasi (Radiation Field)
Analisis medan radiasi bertujuan menentukan pola radiasi antena berdasarkan distribusi medan listrik pada tepi patch. Pendekatan ini menggunakan konsep sumber arus magnetik ekivalen, yang didefinisikan sebagai:
Untuk antena mikrostrip dengan ketebalan substrat jauh lebih kecil dari panjang gelombang, radiasi dapat dianggap terjadi di ruang bebas. Medan jauh yang dipancarkan dinyatakan dengan:
Faktor radiasi untuk bidang E dan H diberikan oleh:
Bidang E:
Bidang H:
2.7 Admittansi Apertur dan Admittansi Mutual
Admittansi Apertur (Ya)
Admittansi aperture menggambarkan daya yang dipancarkan oleh tepi patch (konduktansi) serta energi yang tersimpan pada medan dekat (susceptansi). Distribusi medan pada celah aperture diasumsikan seragam dengan konduktansi radiasi per satuan panjang diberikan oleh:
Susceptansi aperture dapat diperoleh melalui pendekatan kuasi-statis:
Gambar 2.19: Grafik konduktivitas radiasi terhadap konstanta dielektrik
Admittansi Mutual (Ym)
Admittansi mutual menggambarkan interaksi antar dua celah atau dua patch dalam array antena. Konduktansi mutual didefinisikan sebagai:
Sedangkan susceptansi mutual diberikan oleh:
Nilai faktor koreksi koreksi
2.8 Model untuk Probe Koaksial
Probe koaksial merupakan salah satu metode pengumpanan umum pada antena mikrostrip. Dalam model ini, probe dianggap sebagai strip vertikal dengan lebar kecil yang membawa arus seragam dari bidang tanah ke patch.
Reaktansi probe didefinisikan sebagai:
Nilai reaktansi feed ini kemudian ditambahkan ke impedansi masukan antena patch untuk memperoleh hasil total yang lebih akurat.

