-->

SISTEM PARKIR PINTAR BERBASIS IOT DENGAN LAPISAN KEAMANAN HMAC DAN NONCE UNTUK PENCEGAHAN SERANGAN SIBER

Muhammad Ridwan
0

 

SISTEM PARKIR PINTAR BERBASIS IOT DENGAN LAPISAN KEAMANAN HMAC DAN NONCE UNTUK PENCEGAHAN SERANGAN SIBER

Muhammad Ridwan1, Khoirul Ikhsan2, Anggi Eka Mawarni3,

Alfian Rifq Syahroni4, Annisa Edelweis5

Teknik Elektro, Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital,

Politeknik Negeri Malang

 

I. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mendorong berbagai inovasi di sektor parkir. Sistem parkir konvensional yang masih manual memiliki banyak kelemahan, seperti tidak efisien, rawan kesalahan, dan tidak mampu memberikan informasi ketersediaan slot secara langsung. Di sisi lain, jumlah kendaraan yang terus meningkat menuntut adanya solusi parkir yang lebih cerdas dan otomatis.

Teknologi IoT memungkinkan perangkat seperti sensor dan mikrokontroler terhubung ke internet untuk bertukar data. Dalam proyek ini, teknologi IoT digunakan untuk mendeteksi kendaraan masuk dan keluar, menghitung slot parkir, serta menampilkan informasi secara real-time melalui dashboard web. Namun, keterhubungan ini juga membawa tantangan keamanan siber. Sistem yang terhubung ke jaringan rentan terhadap berbagai serangan seperti replay attackdata manipulationfloodinformation disclosure, dan stored XSS.

Proyek ini merupakan tugas mata kuliah Sistem Telekomunikasi Lanjut yang bertujuan membangun Smart Parking System berbasis IoT dengan dilengkapi mekanisme keamanan. Sistem ini menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler utama yang terhubung dengan dua sensor ultrasonik HC-SR04 (pintu masuk dan keluar). Data dari sensor dikirim melalui jaringan WiFi ke server yang berjalan di Raspberry Pi menggunakan framework FlaskServer ini memproses data, memperbarui kapasitas parkir, menyimpan log, serta menampilkan informasi melalui dashboard web dengan grafik dinamis (Chart.js) yang diperbarui setiap satu detik.

Aspek keamanan menjadi fokus utama. Berdasarkan studi awal, sistem dengan protokol HTTP tanpa pengamanan memiliki banyak kerentanan. Untuk mengatasinya, proyek ini menerapkan lima lapisan pertahanan, yaitu: (1) mekanisme nonce unik untuk mencegah replay attack, (2) tanda tangan digital HMAC-SHA256 untuk menjamin integritas data, (3) kewajiban penggunaan tiga header keamanan (X-Timestamp, X-Nonce, X-Signature), (4) pemblokiran metode OPTIONS untuk mencegah kebocoran informasi, dan (5) sanitasi input dan output untuk mencegah stored XSS.

Pengujian keamanan dilakukan menggunakan Burp Suite dengan lima jenis serangan, baik sebelum maupun setelah penerapan pertahanan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebelum keamanan diterapkan, semua serangan berhasil (kode 200 OK). Setelah kelima lapisan pertahanan diterapkan, semua serangan ditolak dengan kode 401 Unauthorized atau 405 Method Not Allowed, sedangkan serangan stored XSS tidak lagi dieksekusi karena telah disanitasi.

Proyek ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang konsep IoT, komunikasi perangkat keras dengan server, serta pentingnya keamanan berlapis pada sistem terhubung. Proyek ini juga menunjukkan bahwa dengan perangkat keras terjangkau seperti Raspberry Pi dan ESP32, sebuah sistem parkir pintar yang aman dapat dibangun untuk keperluan pembelajaran maupun penerapan nyata.

II. LATAR BELAKANG

Keamanan komunikasi dalam sistem Internet of Things (IoT) masih menjadi tantangan utama yang sering kali terabaikan pada tahap perancangan sistem. Banyak pengembang sistem parkir otomatis lebih fokus pada aspek fungsionalitas, seperti akurasi deteksi kendaraan dan kecepatan respons, tanpa mempertimbangkan potensi kerentanan yang dapat dieksploitasi melalui jalur komunikasi data. Padahal, dalam sistem yang terhubung ke jaringan, data yang dikirimkan antara perangkat keras (device) dan server dapat dengan mudah disadap, diubah, atau diulang oleh pihak yang tidak berwenang.

Berdasarkan studi awal yang dilakukan terhadap beberapa implementasi sistem parkir sederhana, ditemukan bahwa komunikasi yang menggunakan protokol HTTP tanpa mekanisme encryption dan authentication sangat rentan terhadap serangan siber. Jenis serangan yang paling umum terjadi antara lain replay attack (pengulangan perintah), data manipulation (manipulasi data), flood (banjir permintaan), information disclosure (kebocoran informasi), serta stored XSS (injeksi skrip lintas situs). Kelima serangan ini jika berhasil dilancarkan dapat menyebabkan kerugian signifikan, seperti manipulasi jumlah kendaraan parkir, penghentian layanan, atau bahkan pengambilalihan kendali sistem.

Permasalahan tersebut semakin kritis ketika sistem parkir diimplementasikan di lingkungan dengan akses jaringan terbuka, seperti kampus, pusat perbelanjaan, atau area publik lainnya. Dalam kondisi demikian, potensi serangan dari pihak eksternal menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi kerentanan sekaligus menerapkan mekanisme pertahanan yang mampu melindungi komunikasi data pada sistem parkir berbasis IoT.

Proyek ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut dengan membangun sebuah sistem parkir pintar yang tidak hanya fungsional, tetapi juga dilengkapi dengan lapisan keamanan yang memadai. Sistem ini dirancang untuk dapat mendeteksi serangan replaydata manipulationfloodinformation disclosure, serta stored XSS, dan secara aktif menolak permintaan yang tidak sah. Dengan mengimplementasikan mekanisme seperti nonce (angka sekali pakai), HMAC signature (tanda tangan digital), mandatory security headers, pemblokiran metode OPTIONS, serta sanitasi input/output, diharapkan sistem ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem IoT yang lebih aman di masa mendatang.

Melalui proyek ini, mahasiswa dapat mempelajari tidak hanya aspek teknis pembangunan sistem parkir otomatis, tetapi juga memahami pentingnya keamanan siber dalam sistem terhubung serta cara mengimplementasikan pertahanan berlapis secara praktis menggunakan perangkat keras dengan biaya terjangkau, yaitu Raspberry Pi dan ESP32.

III. TUJUAN PROJECT

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam proyek pengembangan Smart Parking System berbasis Internet of Things (IoT) ini adalah sebagai berikut:

  1. Membangun sistem parkir otomatis berbasis IoT menggunakan ESP32 dan sensor ultrasonik HC‑SR04, dengan server Raspberry Pi sebagai pusat kendali (central control unit).
  2. Mengembangkan dashboard monitoring real-time yang menampilkan grafik dinamis (Chart.js), log activity, serta status ketersediaan slot parkir (parking slot availability).
  3. Mengidentifikasi lima jenis serangan siber (cyber attacks) yang rentan terjadi pada komunikasi HTTP tanpa pengamanan, meliputi replay attackdata manipulationparallel floodinformation disclosure, serta stored cross‑site scripting (XSS).
  4. Menerapkan lima lapisan mekanisme pertahanan (five layers of defense mechanism), meliputi: nonce (number used once), HMAC‑SHA256 signature, kewajiban penggunaan security headers (X-Timestamp, X-Nonce, X-Signature), pemblokiran metode HTTP OPTIONS, serta sanitasi input dan output (input/output sanitization).
  5. Menguji efektivitas mekanisme keamanan (security effectiveness testing) menggunakan perangkat lunak Burp Suite, serta membandingkan respons sistem sebelum (before defense) dan sesudah (after defense) implementasi pertahanan.

IV. PERANGKAT DAN SOFTWARE YANG DIGUNAKAN

4.1 Perangkat Keras (Hardware)

Implementasi Smart Parking System ini menggunakan sejumlah perangkat keras yang bekerja secara terintegrasi. Raspberry Pi 3 berfungsi sebagai server pusat yang menjalankan aplikasi Flask berbasis Python, menyimpan log activity, serta menyajikan dashboard web. ESP32 bertindak sebagai mikrokontroler utama yang membaca data dari sensor ultrasonik, menghasilkan nonce dan signature, serta mengirimkan permintaan HTTP POST ke server. Dua unit sensor ultrasonik HC-SR04 digunakan, di mana sensor pertama ditempatkan di pintu masuk untuk mendeteksi kendaraan yang akan parkir (entry detection) dan sensor kedua di pintu keluar untuk mendeteksi kendaraan yang meninggalkan area parkir (exit detection). Buzzer dimanfaatkan sebagai indikator suara untuk memberi tanda ketika kendaraan terdeteksi masuk atau keluar, serta memberikan peringatan ketika kapasitas parkir telah penuh (full capacity warning). MicroSD Card berkapasitas 16 GB digunakan sebagai media penyimpanan untuk sistem operasi Raspberry Pi OS serta seluruh kode program server.

Selain itu, kabel jumper dan breadboard digunakan untuk menghubungkan komponen elektronik (ESP32, sensor ultrasonik, dan buzzer) dalam satu rangkaian yang utuh.

4.2 Perangkat Lunak (Software)

Dari sisi perangkat lunak, sistem ini dibangun menggunakan berbagai teknologi dan alat pengembangan. Raspberry Pi OS berbasis Linux dipilih sebagai sistem operasi yang dijalankan pada Raspberry Pi untuk lingkungan pengembangan dan eksekusi serverPython 3 menjadi bahasa pemrograman utama yang digunakan untuk membangun server dengan memanfaatkan Flask, yaitu sebuah web framework ringan yang berfungsi untuk membangun REST API sekaligus menyajikan dashboard web. Untuk membangun antarmuka dashboard monitoring yang responsif, digunakan teknologi front-end berupa HTMLCSS, dan JavaScriptChart.js merupakan library JavaScript yang diimplementasikan untuk menampilkan grafik batang (bar chart) secara dinamis dan real-time, sementara Font Awesome digunakan sebagai library ikon untuk memperindah tampilan antarmuka pengguna.

Pada sisi pemrograman ESP32Arduino IDE digunakan sebagai Integrated Development Environment (IDE) untuk menulis, mengompilasi, dan mengunggah kode program ke mikrokontroler. Library mbedtls yang merupakan library kriptografi bawaan ESP32 digunakan untuk menghasilkan HMAC-SHA256 signature, sedangkan NTP Client dimanfaatkan untuk menyinkronkan waktu perangkat dengan server waktu global (pool.ntp.org) guna menghasilkan nilai timestamp yang akurat. Untuk keperluan pengujian keamanan, Burp Suite dipilih sebagai alat uji penetrasi (penetration testing tool) yang digunakan untuk mensimulasikan serangan siber, mengirim ulang permintaan (replay), memodifikasi data, serta melakukan serangan banjir permintaan (flood). Terakhir, web browser digunakan untuk mengakses dashboard monitoring pada alamat http://[IP_Raspberry]:5000 serta memantau hasil pengujian keamanan secara langsung.

V. KONSEP DASAR SYSTEM

Pada proyek ini, Raspberry Pi berfungsi sebagai server yang menjalankan aplikasi Flask untuk memproses data parkir, menyimpan log activity, serta menyajikan dashboard web. Sementara itu, ESP32 bertindak sebagai perangkat keras lapangan (field device) yang bertugas membaca data dari dua sensor ultrasonik *HC-SR04*, menghasilkan parameter keamanan, dan mengirimkan data tersebut ke server melalui jaringan WiFi.

Secara garis besar, alur komunikasi sistem ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketika sebuah kendaraan mendekati pintu masuk, sensor ultrasonik pertama (dipasang di pintu masuk) mendeteksi perubahan jarak menjadi kurang dari 10 cm. ESP32 kemudian membaca data tersebut dan menyusun pesan JSON berisi status dengan nilai "MASUK". Sebaliknya, ketika kendaraan melewati pintu keluar, sensor kedua akan mendeteksi dan ESP32 menyusun pesan JSON dengan nilai "KELUAR". Sebelum data dikirim, ESP32 melakukan tiga langkah penting untuk keamanan: pertama, mengambil timestamp saat ini dari server NTP (Network Time Protocol); kedua, membangkitkan nonce (angka acak sekali pakai); ketiga, menghitung HMAC-SHA256 signature dari gabungan metode HTTPpathtimestampnonce, dan hash dari body pesan menggunakan kunci rahasia (secret key) yang telah disepakati bersama antara ESP32 dan server. Setelah itu, ESP32 mengirimkan permintaan HTTP POST ke endpoint /kirim pada server dengan menyertakan tiga header keamanan wajib, yaitu X-Timestamp, X-Nonce, dan X-Signature.

Di sisi server, aplikasi Flask yang berjalan di Raspberry Pi menerima permintaan tersebut. Proses validasi dilakukan secara berurutan: pertama, server memeriksa apakah ketiga header keamanan tersedia; jika tidak, server langsung menolak permintaan dengan kode 401 Unauthorized. Kedua, server memeriksa apakah nonce yang diterima belum pernah digunakan sebelumnya dengan cara mencocokkan terhadap cache nonce yang disimpan dalam memori; jika nonce sudah pernah muncul, permintaan ditolak sebagai bentuk pencegahan terhadap replay attack. Ketiga, server menghitung ulang signature dengan cara yang sama seperti yang dilakukan ESP32, kemudian membandingkannya dengan nilai X-Signature yang diterima; jika tidak cocok, permintaan ditolak karena menandakan adanya upaya data manipulation atau permintaan palsu (injection via response). Setelah semua validasi terpenuhi, server memperbarui variabel jumlah (jumlah kendaraan yang sedang parkir), menyimpan log aktivitas yang berisi waktu, status, dan jumlah kendaraan saat itu, serta mengembalikan respons JSON {"message": "ok"} kepada ESP32.

Selain itu, server juga menyediakan dua endpoint publik. Endpoint /status digunakan oleh ESP32 untuk menanyakan kondisi parkir saat ini, apakah sudah penuh (FULL) atau masih tersedia (AVAILABLE). Endpoint /api/data digunakan oleh dashboard web untuk mengambil seluruh log aktivitas yang telah tersimpan. Dashboard web yang dibangun dengan HTMLCSSJavaScript, dan Chart.js secara otomatis melakukan polling (pengambilan data) ke endpoint /api/data setiap satu detik, sehingga informasi yang ditampilkan kepada pengguna selalu real-timeDashboard tersebut menampilkan grafik batang jumlah kendaraan yang sedang parkir, perbandingan slot terisi dan slot kosong, serta tabel log aktivitas yang berisi waktu, status, dan jumlah kendaraan pada setiap kejadian.

Dengan konsep tersebut, seluruh komunikasi antara ESP32 dan server dapat dilakukan melalui jaringan WiFi lokal tanpa memerlukan infrastruktur telekomunikasi konvensional. Setiap permintaan yang tidak memenuhi kriteria keamanan akan ditolak secara tegas, sehingga sistem parkir pintar ini menjadi lebih tahan terhadap berbagai serangan siber sebagaimana akan dijelaskan pada bab-bab selanjutnya.

VI. LANGKAH IMPLEMENTASI

Implementasi Smart Parking System ini dilakukan melalui enam tahapan utama, mulai dari persiapan perangkat keras hingga pengujian keamanan sistem.

6.1 Persiapan Perangkat Keras

Pada tahap ini, Raspberry Pi 3 diinstal dengan sistem operasi Raspberry Pi OS dan dihubungkan ke jaringan WiFi. Dua unit sensor ultrasonik HC-SR04 dipasang pada ESP32: sensor pertama untuk pintu masuk (GPIO4 dan GPIO19) dan sensor kedua untuk pintu keluar (GPIO17 dan GPIO16). Buzzer dipasang pada GPIO23 sebagai indikator suara. Seluruh komponen dirangkai pada breadboard dengan kabel jumper.

 

 

Gambar 6.1 Rangkaian ESP32 dengan sensor ultrasonik dan buzzer

6.2 Pemrograman ESP32

ESP32 diprogram menggunakan Arduino IDE. Program yang ditanamkan memiliki fungsi untuk membaca jarak dari sensor ultrasonik, menyinkronkan waktu dengan server NTP, menghasilkan nonce acak, menghitung HMAC-SHA256 signature, serta mengirimkan data ke server dalam bentuk HTTP POST dengan tiga header keamanan (X-Timestamp, X-Nonce, X-Signature).

 

Gambar 6.2 Source Code Esp32

6.3 Pembuatan Server Flask di Raspberry Pi

Server dibangun menggunakan framework Flask pada Raspberry Pi dengan file app.py. Beberapa endpoint utama yang dibuat antara lain: /kirim (menerima data dari ESP32 dengan validasi keamanan), /status (mengembalikan status parkir penuh atau tidak), dan /api/data (mengembalikan data log untuk dashboard). Selain itu, ditambahkan fungsi untuk memblokir metode OPTIONS guna mencegah kebocoran informasi.

 

Gambar 6.3 Source Code Server Raspberry Pi 3

6.4 Pembuatan Dashboard Web

Dashboard web dibangun menggunakan HTMLCSS, dan JavaScript dengan bantuan library Chart.js untuk grafik dan Font Awesome untuk ikon. Dashboard menampilkan log aktivitas, grafik jumlah kendaraan masuk dan keluar, sisa slot parkir, serta indikator status sistem. Data diperbarui secara otomatis setiap satu detik melalui mekanisme polling ke endpoint /api/data.

 

Gambar 6.4 Tampilan Dashboard Web

6.5 Penambahan Lapisan Keamanan

Lima lapisan keamanan ditambahkan ke dalam sistem. Nonce unik mencegah serangan pengulangan (replay attack). HMAC-SHA256 signature menjamin integritas dan keaslian data. Kewajiban header keamanan memastikan hanya permintaan dengan tiga header (X-Timestamp, X-Nonce, X-Signature) yang diproses. Pemblokiran metode OPTIONS mencegah kebocoran informasi. Sanitasi input/output menggunakan html.escape() di server dan textContent di dashboard untuk mencegah serangan stored XSS.

 

Gambar 6.5 Ilustrasi header keamanan

6.6 Pengujian Serangan dengan Burp Suite

Pengujian dilakukan menggunakan Burp Suite dalam dua skenario: sebelum dan setelah keamanan diaktifkan. Lima serangan yang diuji meliputi replay attackdata manipulationparallel floodinformation disclosure (metode OPTIONS), serta stored XSS. Sebelum keamanan aktif, semua serangan berhasil dengan kode 200 OK. Setelah keamanan aktif, server menolak semua serangan dengan kode 401 Unauthorized atau 405 Method Not Allowed, sementara serangan stored XSS yang berhasil dikirim tidak dieksekusi oleh browser.

Gambar 6.6 Tampilan Burp Suite sebelum defense

 

Gambar 6.7 Tampilan Burp Suite setelah defense (401 Unauthorized)

VII. ARSITEKTUR SISTEM

Arsitektur sistem ini terdiri dari tiga komponen utama: ESP32Raspberry Pi, dan dashboard web.

ESP32 bertugas membaca sensor ultrasonik, membangkitkan timestampnonce, dan signature, lalu mengirim data ke server melalui HTTP POST dengan tiga header keamanan (X-Timestamp, X-Nonce, X-Signature).

Raspberry Pi menjalankan server Flask yang memvalidasi header, memeriksa keunikan nonce, dan memverifikasi signature. Jika valid, data parkir diproses dan disimpan. Server juga menyediakan endpoint /api/data untuk dashboard serta memblokir metode OPTIONS.

Dashboard web menampilkan grafik, log aktivitas, dan sisa slot parkir secara real-time dengan pembaruan setiap satu detik.

 

Gambar 7.1 Arsitektur System

IX. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengujian sistem dilakukan dalam dua skenario, yaitu sebelum dan setelah mekanisme keamanan diterapkan. Lima jenis serangan disimulasikan menggunakan Burp Suite.

9.1 Hasil Pengujian Sebelum Keamanan

Sebelum mekanisme keamanan diaktifkan, semua serangan berhasil dilancarkan. Replay attack berhasil mengulang permintaan MASUK sehingga jumlah kendaraan membengkak. Data manipulation berhasil mengubah status MASUK menjadi KELUAR. Parallel flood berhasil mengirim puluhan permintaan sekaligus hingga server kewalahan. Information disclosure melalui metode OPTIONS berhasil mengungkap daftar metode HTTP yang didukung. Stored XSS berhasil menyisipkan skrip jahat yang tereksekusi di dashboard.

 

Gambar 9.1 Tampilan Dashboard Before Defense With Serangan Storage XSS

Gambar 9.2  Tampilan Burp Suite menangkap request sebelum defense

9.2 Hasil Pengujian Setelah Keamanan

Setelah kelima lapisan keamanan diterapkan (nonce, HMAC signature, wajib header, blokir OPTIONS, dan sanitasi), semua serangan berhasil ditolak. Replay attack ditolak karena nonce yang sama tidak dapat digunakan dua kali. Data manipulation ditolak karena signature tidak cocok. Parallel flood ditolak karena tidak ada header keamanan. Information disclosure ditolak dengan kode 405 Method Not AllowedStored XSS tidak lagi dieksekusi karena input telah disanitasi dan dashboard menggunakan textContent.

 

Gambar 9.3 Burp Suite menampilkan response 401 setelah defense

Gambar 9.4 Dashboard setelah defense

9.3 Analisis

Mekanisme nonce berhasil mencegah replay attack karena setiap nonce hanya dapat dipakai sekali. HMAC signature berhasil mencegah data manipulation karena perubahan data menyebabkan signature tidak valid. Kewajiban header keamanan berhasil memfilter permintaan tidak sah. Pemblokiran metode OPTIONS menutup kebocoran informasi. Sanitasi input/output berhasil menetralisir serangan stored XSS.

Sistem masih memiliki satu keterbatasan, yaitu komunikasi masih menggunakan HTTP sehingga data dapat disadap (sniffing). Namun karena data tidak dapat dimanipulasi, aspek kerahasiaan belum menjadi fokus utama proyek ini.

X. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem parkir pintar berbasis IoT berhasil dibangun menggunakan ESP32 dan Raspberry Pi. Lima jenis serangan siber (replay attack, data manipulation, parallel flood, information disclosure, dan stored XSS) berhasil disimulasikan menggunakan Burp Suite. Setelah menerapkan lima lapisan pertahanan (nonce, HMAC signature, wajib header keamanan, blokir OPTIONS, dan sanitasi input/output), seluruh serangan berhasil ditolak oleh server dengan kode respons 401 atau 405. Serangan stored XSS juga tidak lagi dieksekusi karena telah melalui proses sanitasi. Sistem ini masih memiliki keterbatasan pada komunikasi HTTP yang memungkinkan penyadapan data, namun data tidak dapat dimanipulasi. Proyek ini membuktikan bahwa sistem IoT yang aman dapat dibangun dengan perangkat keras terjangkau seperti Raspberry Pi dan ESP32.


DAFTAR PUSTAKA

Raspberry Pi Ltd. (2025). Raspberry Pi Documentation. Diakses dari: https://www.raspberrypi.com/documentation/

Espressif Systems. (2025). ESP-IDF Programming Guide. Diakses dari: https://docs.espressif.com/projects/esp-idf/en/latest/

Grinberg, M. (2018). Flask Web Development: Developing Web Applications with Python (2nd ed.). O'Reilly Media.

Hong, R. T. (2025). Design and Implementation of Environmental Monitoring System Using Flask-Based Web Application. Engineering Proceedings, 92(1), 37. MDPI. 

PortSwigger. (2025). Burp Suite Documentation. Diakses dari: https://portswigger.net/burp/documentation

Zatar, M., & Sarwar, S. G. (2025). Security in IoT Network APIs: An Analytical Study of Vulnerabilities, Attack and Protection Techniques. Bachelor Thesis, Lund University. 

Stallings, W. (2018). Data and Computer Communications (10th ed.). Pearson Education.

Tanenbaum, A. S., & Wetherall, D. J. (2013). Computer Networks (5th ed.). Pearson Education.

The mbed TLS Project. (2025). mbed TLS Documentation. Diakses dari: https://tls.mbed.org/

Flask Contributors. (2025). Flask Documentation. Diakses dari: https://flask.palletsprojects.com/

Chart.js Contributors. (2025). Chart.js Documentation. Diakses dari: https://www.chartjs.org/docs/latest/

OWASP Foundation. (2025). Cross-Site Scripting (XSS) Prevention Cheat Sheet. Diakses dari: https://cheatsheetseries.owasp.org/cheatsheets/Cross_Site_Scripting_Prevention_Cheat_Sheet.html

VulDB. (2026). CVE-2026-24696: WebSocket API Authentication Request Rate Limiting Vulnerability. Diakses dari: https://vuldb.com/cve/CVE-2026-24696 

iDenfy. (2025). Callback Signing: Webhook Authenticity Using HMAC-SHA256. Diakses dari: https://documentation.idenfy.com/security/callback-signing 

CoreUI. (2026). How to Sanitize User Input in JavaScript. Diakses dari: https://coreui.io/answers/how-to-sanitize-user-input-in-javascript/ 

 

Author Contribution :


 

Muhammad Ridwan 

Bertanggung jawab sebagai software engineer dalam pengembangan Smart Parking System ini. Kontribusinya meliputi pengembangan server menggunakan framework Flask (Python) pada Raspberry Pi, implementasi lima lapisan mekanisme keamanan (nonce, HMAC-SHA256 signature, kewajiban header keamanan, pemblokiran metode OPTIONS, serta sanitasi input dan output), pemrograman ESP32 menggunakan Arduino IDE, serta pembangunan dashboard web dengan HTMLCSSJavaScript, dan Chart.js.


 

Khoirul Ikhsan 

Bertanggung jawab sebagai hardware engineer dan desainer sistem. Kontribusinya meliputi perancangan rangkaian elektronik, pemilihan komponen (sensor ultrasonik HC-SR04, buzzer, kabel jumperbreadboard), serta perakitan dan pengujian perangkat keras.


 

Alfian Rifq Syahroni

Bertanggung jawab dalam pembuatan prototype dan pengembangan sistem. Kontribusinya meliputi perancangan antarmuka pengguna (dashboard), penyusunan laporan, serta dokumentasi proyek.



Annisa Edelweis

Bertanggung jawab dalam persiapan komponen, pembuatan prototype, dan validasi sistem. Kontribusinya meliputi pengadaan dan penyiapan seluruh komponen perangkat.



Anggi Eka Mawarni 

Bertanggung jawab dalam pembuatan prototype awal sistem. Kontribusinya meliputi pembuatan model fisik sistem parkir, penyusunan dokumentasi teknis, serta pengujian fungsionalitas dasar sistem.

 

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)