Implementasi
Pi-hole pada Raspberry Pi sebagai Sistem Pemblokiran Iklan Berbasis DNS di
Jaringan Lokal
Disusun oleh:
3G KELOMPOK 1
Berta Zofia Aszahra, Han Wisnu, Muhammad Ridho, Puji kArtiko Wibowo,
Sheva Bima
Teknik Elektro, Program Studi Jaringan Telekomunikasi
Digital
Politeknik Negeri Malang
I.
PENDAHULUAN
Perkembangan internet telah membuat
aktivitas digital menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir
semua kegiatan, mulai dari menonton video, membaca berita, mengakses media
sosial, bermain game, hingga menggunakan perangkat pintar di rumah, membutuhkan
koneksi internet. Namun, kenyamanan tersebut sering terganggu oleh munculnya
iklan digital yang berlebihan.
Iklan dapat muncul dalam berbagai bentuk,
seperti banner, pop-up, video otomatis, tracker, hingga iklan yang mengikuti
aktivitas pengguna setelah mengunjungi suatu situs tertentu. Kondisi ini tidak
hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memperlambat akses halaman web,
menghabiskan kuota internet, serta meningkatkan risiko pelacakan aktivitas
pengguna.
Sebagian pengguna biasanya memasang ad
blocker pada browser. Namun, solusi tersebut memiliki keterbatasan karena hanya
bekerja pada satu browser atau satu perangkat tertentu. Pada perangkat seperti
Smart TV, konsol game, tablet keluarga, aplikasi smartphone, atau perangkat IoT
lainnya, pemasangan ekstensi ad blocker sering kali tidak dapat dilakukan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut,
digunakan solusi berbasis jaringan bernama Pi-hole. Pi-hole merupakan aplikasi
DNS sinkhole yang berfungsi memblokir domain iklan, tracker, dan konten tidak
diinginkan sebelum permintaan tersebut sampai ke perangkat pengguna. Dengan
cara ini, seluruh perangkat yang terhubung ke jaringan rumah dapat memperoleh
perlindungan tanpa perlu memasang aplikasi tambahan satu per satu.
Sistem ini dijalankan menggunakan Raspberry
Pi 3, yaitu komputer kecil hemat daya yang dapat bekerja selama 24 jam.
Raspberry Pi dipilih karena ukurannya kecil, konsumsi listrik rendah, biaya
relatif terjangkau, dan cukup stabil untuk menjalankan layanan jaringan seperti
Pi-hole.
II.
LATAR BELAKANG
Iklan digital saat ini tidak hanya muncul
pada halaman website, tetapi juga pada aplikasi, layanan streaming, dan
perangkat pintar. Ketika pengguna membuka sebuah website, browser tidak hanya
meminta konten utama dari satu server, tetapi juga mengirim permintaan tambahan
ke berbagai domain lain. Beberapa domain tersebut digunakan untuk iklan,
analitik, pelacakan pengguna, dan layanan pihak ketiga.
Sebelum perangkat dapat mengakses sebuah
domain, perangkat akan meminta alamat IP domain tersebut kepada DNS server. DNS
dapat dipahami sebagai buku telepon internet. Ketika pengguna mengetik alamat
website, DNS akan menerjemahkan nama domain tersebut menjadi alamat IP yang
dapat dipahami oleh perangkat jaringan.
Permasalahan muncul ketika domain yang
diminta merupakan domain iklan atau tracker. Jika tidak ada sistem penyaringan,
perangkat tetap akan mengunduh konten dari domain tersebut. Hal ini dapat
menyebabkan halaman web terasa lebih berat, koneksi menjadi lebih lambat, serta
data pengguna lebih mudah dilacak oleh pihak ketiga.
Pi-hole hadir sebagai solusi karena bekerja
pada tingkat DNS. Ketika perangkat meminta alamat domain tertentu, Pi-hole akan
memeriksa apakah domain tersebut termasuk dalam daftar blokir. Jika domain
termasuk sumber iklan atau tracker, permintaan akan diblokir. Jika domain aman,
permintaan akan diteruskan ke DNS upstream seperti Cloudflare, Google DNS,
Quad9, atau OpenDNS.
Dengan demikian, Pi-hole tidak memblokir
seluruh akses internet, melainkan hanya menyaring domain tertentu yang dianggap
sebagai sumber iklan, tracker, atau konten tidak diinginkan.
III.
TUJUAN PROJECT
Adapun tujuan dari project ini adalah
sebagai berikut:
1. Membangun sistem
pemblokir iklan berbasis jaringan rumah menggunakan Raspberry Pi 3 dan Pi-hole.
2. Menjelaskan cara
kerja Pi-hole sebagai DNS server lokal.
3. Melakukan
instalasi sistem operasi Raspberry Pi OS pada Raspberry Pi 3.
4. Melakukan remote
access Raspberry Pi menggunakan PuTTY.
5. Melakukan
instalasi dan konfigurasi Pi-hole.
6. Mengarahkan
perangkat komputer atau laptop agar menggunakan DNS Pi-hole.
7. Menguji dashboard
Pi-hole untuk memantau aktivitas DNS.
8. Menjelaskan
kelebihan dan batasan Pi-hole dalam memblokir iklan.
9. Menyediakan
dokumentasi implementasi yang dapat dijadikan panduan pembelajaran.
IV.
PERANGKAT DAN SOFTWARE YANG DIGUNAKAN
4.1
Perangkat Keras (Hardware)
|
No. |
Perangkat
Keras |
Fungsi |
|
1 |
Raspberry Pi 3 |
Perangkat utama
untuk menjalankan Pi-hole sebagai DNS server lokal pada jaringan rumah. |
|
2 |
MicroSD Card
minimal 16 GB |
Media
penyimpanan Raspberry Pi OS dan file instalasi Pi-hole. |
|
3 |
Card Reader /
Slot MicroSD |
Media untuk
melakukan flashing sistem operasi ke microSD card. |
|
4 |
Router / Switch |
Penghubung
jaringan antara Raspberry Pi, laptop, dan perangkat lain. |
|
5 |
Kabel Fast
Ethernet / LAN |
Menghubungkan
Raspberry Pi 3 ke router atau switch agar koneksi lebih stabil. |
|
6 |
Laptop /
Komputer |
Digunakan untuk
flashing OS, konfigurasi jaringan, pengujian ping, dan remote access. |
4.2
Perangkat Lunak (Software)
|
No. |
Perangkat
Lunak |
Fungsi |
|
1 |
Raspberry Pi
Imager |
Melakukan
flashing Raspberry Pi OS ke microSD card. |
|
2 |
Raspberry Pi OS |
Sistem operasi
utama yang dipasang pada Raspberry Pi 3. |
|
3 |
PuTTY |
Remote access
ke Raspberry Pi 3 melalui SSH. |
|
4 |
Pi-hole |
Aplikasi DNS
sinkhole untuk memblokir iklan dan tracker. |
|
5 |
Terminal Linux |
Menjalankan
perintah pembaruan sistem, instalasi, dan konfigurasi dasar. |
|
6 |
VirtualBox |
Media
virtualisasi untuk menjalankan Raspberry Pi Desktop berbasis Debian. |
|
7 |
Raspberry Pi
Desktop ISO |
Sistem operasi
berbasis Debian untuk latihan atau simulasi pada virtual machine. |
|
8 |
Web Browser |
Mengakses
dashboard admin Pi-hole melalui alamat IP Raspberry Pi. |
V.
KONSEP DASAR SISTEM
Pi-hole bekerja dengan memanfaatkan konsep
DNS filtering. Setiap kali perangkat di jaringan rumah membuka sebuah website
atau aplikasi, perangkat tersebut akan meminta alamat IP dari domain yang ingin
diakses. Permintaan ini disebut sebagai DNS query.
Pada sistem jaringan biasa, DNS query akan
langsung dikirim ke DNS server milik ISP atau DNS publik. Namun, ketika
menggunakan Pi-hole, semua permintaan DNS terlebih dahulu diarahkan ke
Raspberry Pi yang menjalankan Pi-hole.
Pi-hole kemudian memeriksa domain yang
diminta berdasarkan daftar blokir atau blocklist. Daftar ini berisi
domain-domain yang dikenal sebagai sumber iklan, tracker, malware, atau konten
tidak diinginkan.
Jika domain yang diminta terdapat dalam
blocklist, Pi-hole akan memblokir permintaan tersebut. Akibatnya, iklan atau
tracker tidak berhasil dimuat oleh perangkat pengguna. Sebaliknya, jika domain
tidak terdapat dalam blocklist, Pi-hole akan meneruskan permintaan ke DNS
upstream, kemudian mengirimkan hasilnya kembali ke perangkat.
Dengan konsep ini, Pi-hole dapat mengurangi
iklan dan tracker sebelum konten tersebut sampai ke perangkat pengguna.
Alur
Kerja Pi-hole
1. Pi-hole dipasang
sebagai DNS server jaringan.
2. Router atau
perangkat pengguna dikonfigurasi agar menggunakan alamat IP Raspberry Pi
sebagai DNS.
3. Perangkat
pengguna membuka website atau aplikasi.
4. Perangkat
mengirim permintaan DNS ke Pi-hole.
5. Pi-hole mengecek
domain tersebut pada blocklist atau Gravity.
6. Jika domain
terdapat dalam blocklist, Pi-hole memblokir permintaan.
7. Jika domain tidak
terdapat dalam blocklist, Pi-hole meneruskan permintaan ke DNS upstream.
8. DNS upstream
mengembalikan alamat IP asli.
9. Pi-hole
meneruskan hasilnya ke perangkat pengguna.
10. Aktivitas DNS
dicatat pada dashboard Pi-hole.
VI.
LANGKAH IMPLEMENTASI
Implementasi project dilakukan melalui
beberapa tahapan, yaitu instalasi OS Raspberry Pi 3, konfigurasi jaringan,
remote access menggunakan PuTTY, pembaruan sistem, instalasi Pi-hole,
konfigurasi DNS, dan pengujian dashboard Pi-hole.
6.1
Instalasi OS Raspberry Pi 3 pada MicroSD Card
Tahap pertama adalah memasang sistem
operasi Raspberry Pi OS ke microSD card. MicroSD card yang digunakan minimal
berkapasitas 16 GB agar cukup untuk menyimpan sistem operasi dan aplikasi
pendukung.
1. Siapkan microSD
card minimal 16 GB.
2. Masukkan microSD
card ke card reader atau slot microSD pada laptop.
3. Buka software
Raspberry Pi Imager.
4. Pilih model
perangkat yang digunakan, yaitu Raspberry Pi 3.
5. Pilih sistem
operasi Raspberry Pi OS yang akan digunakan.
6. Pilih media
penyimpanan, yaitu microSD card.
7. Atur konfigurasi
awal seperti hostname, username, dan password.
8. Klik Write untuk
memulai proses flashing.
9. Tunggu hingga
proses penulisan sistem operasi selesai.
10. Setelah selesai,
lepaskan microSD card dari laptop.
6.2
Pemasangan MicroSD Card pada Raspberry Pi 3
1. Masukkan microSD
card ke slot microSD pada Raspberry Pi 3.
2. Hubungkan
Raspberry Pi 3 ke router atau switch menggunakan kabel Fast Ethernet.
3. Sambungkan power
supply ke Raspberry Pi 3.
4. Tunggu beberapa
saat hingga Raspberry Pi 3 menyala dan terhubung ke jaringan.
5. Pastikan lampu
indikator jaringan menyala sebagai tanda koneksi aktif.
6.3
Mengetahui Alamat IP Raspberry Pi melalui Router
1. Buka browser pada
laptop.
2. Masuk ke landing
page atau halaman login router.
3. Login menggunakan
username dan password router.
4. Buka menu daftar
perangkat yang terhubung.
5. Cari perangkat
Raspberry Pi berdasarkan hostname atau alamat MAC.
6. Catat alamat IP
Raspberry Pi yang muncul pada halaman router.
Alamat IP ini nantinya digunakan untuk
melakukan remote access melalui PuTTY dan juga digunakan sebagai alamat DNS
Pi-hole.
6.4
Pengujian Koneksi Raspberry Pi dengan Laptop
Setelah alamat IP Raspberry Pi diketahui,
lakukan pengujian koneksi dari laptop melalui Command Prompt.
ping [alamat_ip_raspberry_pi]
Contoh:
ping 192.168.1.10
6.5
Remote Access Raspberry Pi Menggunakan PuTTY
1. Instal aplikasi
PuTTY pada laptop.
2. Buka PuTTY.
3. Masukkan alamat
IP Raspberry Pi pada kolom Host Name.
4. Pilih koneksi
SSH.
5. Klik Open.
6. Masukkan username
dan password yang sudah dibuat saat flashing OS menggunakan Raspberry Pi
Imager.
7. Jika sebelumnya
Raspberry Pi pernah digunakan dan password lupa, lakukan reset password
terlebih dahulu atau lakukan flashing ulang OS.
8. Setelah berhasil
login, terminal Raspberry Pi dapat digunakan dari laptop.
6.6
Pembaruan Sistem Raspberry Pi
Setelah berhasil masuk ke Raspberry Pi
melalui PuTTY, langkah selanjutnya adalah melakukan pembaruan sistem.
sudo apt update
sudo apt upgrade -y
sudo apt clean
sudo reboot now
Perintah tersebut digunakan untuk
memperbarui daftar paket, melakukan upgrade sistem, membersihkan paket yang
tidak diperlukan, dan melakukan restart Raspberry Pi.
Gambar
6.1 Proses pembaruan sistem Raspberry Pi melalui terminal.
6.7
Instalasi Pi-hole pada Raspberry Pi
Setelah sistem diperbarui, lakukan
instalasi Pi-hole melalui terminal.
curl -sSL https://install.pi-hole.net | bash
1. Jalankan perintah
instalasi Pi-hole.
2. Tekan Enter
hingga muncul pilihan DNS.
3. Pilih penyedia
DNS upstream, misalnya Google DNS, Cloudflare, Quad9, atau OpenDNS.
4. Ikuti proses
instalasi dengan memilih pengaturan default.
5. Salin password
admin yang diberikan oleh Pi-hole.
6. Setelah instalasi
selesai, ubah password admin jika diperlukan.
Perintah untuk mengubah password admin:
pihole setpassword
atau pada beberapa versi:
sudo pihole -a -p
6.8
Konfigurasi DNS pada Komputer / Laptop
Agar laptop menggunakan Pi-hole sebagai DNS
server, lakukan konfigurasi DNS pada pengaturan jaringan.
1. Hubungkan laptop
ke Wi-Fi atau jaringan router.
2. Buka pengaturan
jaringan.
3. Klik Properties
pada jaringan yang digunakan.
4. Pilih Internet
Protocol Version 4 (TCP/IPv4).
5. Pilih opsi Use
the following DNS server addresses.
6. Masukkan alamat
IP Raspberry Pi pada bagian Preferred DNS server.
7. Klik OK.
8. Laptop sudah
terhubung ke Pi-hole sebagai DNS server.
Gambar
6.2 Tampilan konfigurasi DNS IPv4 pada laptop agar terhubung ke Pi-hole.
6.9
Pengujian Dashboard Pi-hole
1. Buka browser pada
laptop.
2. Masukkan alamat
http://[alamat_ip_raspberry_pi]/admin.
3. Klik Login.
4. Masukkan password
admin Pi-hole.
5. Amati tampilan
dashboard Pi-hole.
6. Periksa jumlah
query DNS, jumlah domain yang diblokir, persentase pemblokiran, dan aktivitas
perangkat.
7. Jika query DNS
sudah muncul, berarti Pi-hole telah berhasil berjalan.
Gambar
6.3 Tampilan dashboard Pi-hole setelah berhasil diakses melalui browser.
6.10
Instalasi Raspberry Pi Desktop Debian di Virtual Machine (Opsional)
Selain menggunakan Raspberry Pi fisik,
lingkungan Raspberry Pi Desktop juga dapat dijalankan pada virtual machine
sebagai media pembelajaran dan simulasi. Instalasi ini menggunakan VirtualBox
dan file ISO Raspberry Pi Desktop berbasis Debian.
Bagian ini bersifat opsional dan digunakan
untuk latihan apabila pengguna ingin memahami tampilan dan lingkungan Raspberry
Pi Desktop tanpa langsung menggunakan perangkat Raspberry Pi fisik.
A.
Menyiapkan Bahan Instalasi
1. VirtualBox
sebagai aplikasi untuk membuat dan menjalankan virtual machine.
2. Raspberry Pi
Desktop ISO sebagai file sistem operasi yang akan dipasang pada virtual
machine.
3. Pada halaman
unduhan Raspberry Pi, pilih bagian Raspberry Pi Desktop, bukan Raspberry Pi OS
32-bit atau 64-bit untuk board Raspberry Pi.
B.
Membuat Virtual Machine Baru
1. Buka aplikasi
VirtualBox.
2. Klik New.
3. Masukkan nama
virtual machine, misalnya Raspberry Pi Desktop.
4. Pilih tipe sistem
operasi Linux.
5. Pilih versi
Debian yang sesuai.
6. Atur kapasitas
RAM sesuai kebutuhan.
7. Buat virtual hard
disk baru.
8. Tentukan ukuran
penyimpanan virtual.
9. Selesaikan proses
pembuatan virtual machine.
C.
Memasukkan File ISO
1. Klik virtual
machine Raspberry Pi Desktop.
2. Pilih Settings.
3. Masuk ke menu
Storage.
4. Klik ikon CD/DVD.
5. Pilih file
Raspberry Pi Desktop ISO.
6. Klik OK.
D.
Menjalankan Instalasi
1. Klik Start.
2. Saat menu boot
muncul, pilih Graphical Install.
3. Pilih bahasa,
lokasi, dan jenis keyboard.
4. Buat username dan
password.
5. Pilih partisi
otomatis dengan opsi Guided, use entire disk.
6. Pilih disk
virtual yang sudah dibuat.
7. Konfirmasi
perubahan partisi.
8. Tunggu proses
instalasi selesai.
9. Saat diminta
memasang GRUB bootloader, pilih Yes.
10. Setelah selesai,
restart virtual machine.
E.
Melepas File ISO Setelah Instalasi
1. Matikan virtual
machine.
2. Buka Settings.
3. Masuk ke menu
Storage.
4. Klik file ISO
yang terpasang.
5. Pilih Remove disk
from virtual drive.
6. Klik OK.
7. Jalankan kembali
virtual machine.
VII.
ARSITEKTUR SISTEM
Arsitektur sistem Pi-hole terdiri dari
beberapa komponen utama, yaitu perangkat pengguna, router, Raspberry Pi,
Pi-hole, blocklist, DNS upstream, dan dashboard monitoring.
Perangkat pengguna seperti laptop,
smartphone, tablet, Smart TV, atau perangkat lain mengirim permintaan DNS saat
mengakses website atau aplikasi. Router menghubungkan seluruh perangkat dalam
jaringan rumah dan dapat dikonfigurasi agar seluruh perangkat menggunakan
Raspberry Pi sebagai DNS.
Raspberry Pi 3 menjalankan Pi-hole sebagai
DNS server lokal. Pi-hole memeriksa setiap domain yang diminta oleh perangkat.
Jika domain masuk daftar blokir, permintaan akan diblokir. Jika tidak,
permintaan diteruskan ke DNS upstream. Dashboard web digunakan untuk memantau
aktivitas DNS, domain yang diblokir, perangkat aktif, dan statistik jaringan.
Gambar
7.1 Arsitektur sistem Pi-hole pada jaringan rumah.
IX.
HASIL DAN PEMBAHASAN
9.1
Hasil Pengujian Sistem
Berdasarkan pengujian yang dilakukan,
Pi-hole dapat berjalan sebagai DNS server lokal pada jaringan rumah. Setelah
alamat IP Raspberry Pi dimasukkan sebagai DNS pada perangkat komputer atau
laptop, seluruh permintaan DNS dari perangkat tersebut dapat dipantau melalui
dashboard Pi-hole.
Dashboard Pi-hole menampilkan beberapa
informasi penting, seperti jumlah total query DNS, jumlah query yang diblokir,
persentase pemblokiran, serta jumlah domain yang masuk dalam daftar blocklist.
Pada tampilan dashboard juga terlihat grafik aktivitas DNS ya
ng dapat digunakan
untuk memantau lalu lintas jaringan secara real-time.
Gambar
9.1 Tampilan dashboard Pi-hole setelah sistem berhasil berjalan.
9.2
Pembahasan
Pi-hole memiliki perbedaan mendasar
dibandingkan ad blocker biasa. Ad blocker pada browser bekerja setelah halaman
web mulai dimuat. Artinya, iklan biasanya sudah mulai masuk ke browser,
kemudian disembunyikan atau diblokir oleh ekstensi.
Sementara itu, Pi-hole bekerja pada tingkat
DNS. Ketika sebuah perangkat mencoba mengakses domain iklan, Pi-hole akan
memblokir permintaan tersebut sebelum perangkat benar-benar terhubung ke server
iklan. Dengan demikian, konten iklan tidak perlu diunduh terlebih dahulu.
Keunggulan Pi-hole antara lain:
1. Berlaku untuk
banyak perangkat sekaligus.
2. Tidak perlu
instalasi ekstensi ad blocker di setiap perangkat.
3. Lebih hemat kuota
karena permintaan ke domain iklan diblokir lebih awal.
4. Memiliki
dashboard monitoring yang lengkap.
5. Cocok untuk
jaringan rumah karena dapat berjalan pada Raspberry Pi yang hemat daya.
9.3
Batasan Sistem Pi-hole
Meskipun Pi-hole cukup efektif untuk
memblokir banyak iklan dan tracker pada jaringan rumah, terdapat beberapa
batasan yang perlu diperhatikan.
Pertama, Pi-hole sulit memblokir iklan
YouTube secara menyeluruh. Hal ini karena beberapa iklan YouTube sering dikirim
dari domain yang sama atau berdekatan dengan domain video utama. Jika domain
tersebut diblokir secara langsung, ada kemungkinan layanan video juga ikut
terganggu. Oleh karena itu, pemblokiran iklan YouTube melalui Pi-hole tidak
selalu berhasil secara sempurna.
Kedua, beberapa aplikasi modern sudah
menggunakan DNS over HTTPS atau DoH. Teknologi ini membuat permintaan DNS
dikirim melalui koneksi HTTPS terenkripsi. Jika perangkat atau aplikasi
menggunakan DoH langsung ke DNS eksternal, permintaan DNS dapat melewati
Pi-hole sehingga tidak tersaring oleh sistem. Oleh karena itu, diperlukan
konfigurasi lanjutan pada router, browser, atau perangkat agar seluruh
permintaan DNS tetap diarahkan melalui Pi-hole.
Ketiga, Pi-hole bekerja pada tingkat DNS
sehingga tidak dapat menyaring elemen iklan yang sudah berasal dari domain yang
sama dengan konten utama. Pi-hole lebih efektif untuk memblokir domain iklan,
tracker, malware, dan domain pihak ketiga yang terpisah dari domain utama.
Keempat, efektivitas Pi-hole sangat
bergantung pada kualitas blocklist yang digunakan. Jika blocklist tidak
diperbarui, beberapa domain iklan baru mungkin belum terblokir. Oleh karena
itu, blocklist perlu diperbarui secara berkala.
Dengan memahami batasan tersebut, pengguna
dapat menggunakan Pi-hole secara lebih realistis. Pi-hole bukan alat yang mampu
menghapus seluruh iklan di internet, tetapi merupakan solusi yang efektif untuk
mengurangi iklan, tracker, dan permintaan domain yang tidak diinginkan pada
jaringan rumah.
X.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil implementasi dan
pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pi-hole dapat
digunakan sebagai solusi pemblokiran iklan berbasis jaringan rumah.
2. Raspberry Pi 3
mampu menjalankan Pi-hole sebagai DNS server lokal dengan konsumsi daya rendah.
3. Pi-hole bekerja
dengan cara memeriksa permintaan DNS dan memblokir domain yang terdapat dalam
blocklist.
4. Konfigurasi DNS
pada komputer atau laptop dapat dilakukan dengan memasukkan alamat IP Raspberry
Pi sebagai Preferred DNS server.
5. Dashboard Pi-hole
dapat digunakan untuk memantau aktivitas jaringan, jumlah query DNS, domain
yang diblokir, dan statistik pemblokiran.
6. Sistem ini lebih
luas cakupannya dibandingkan ad blocker browser karena dapat digunakan oleh
banyak perangkat dalam satu jaringan.
7. Pi-hole memiliki
batasan, terutama pada iklan yang berasal dari domain yang sama dengan konten
utama dan aplikasi yang menggunakan DNS over HTTPS.
Dengan demikian, Pi-hole dapat menjadi
solusi sederhana, hemat biaya, dan efektif untuk mengurangi iklan serta tracker
pada jaringan rumah.
XI.
SARAN
1. Konfigurasi DNS
sebaiknya dilakukan langsung pada router agar semua perangkat otomatis
menggunakan Pi-hole.
2. Raspberry Pi
sebaiknya menggunakan alamat IP statis agar alamat DNS tidak berubah.
3. Blocklist perlu
diperbarui secara berkala agar domain iklan dan tracker terbaru tetap dapat
diblokir.
4. Pengguna perlu
menambahkan whitelist apabila terdapat website atau aplikasi yang tidak
berjalan normal.
5. Untuk mengatasi
perangkat yang menggunakan DNS over HTTPS, perlu dilakukan konfigurasi lanjutan
pada router, browser, atau firewall.
6. Pengujian dapat
ditambahkan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah menggunakan
Pi-hole.
7. Dokumentasi
instalasi sebaiknya dilengkapi gambar pada setiap tahap agar lebih mudah
dipahami oleh pemula.
8. Instalasi
Raspberry Pi Desktop pada virtual machine dapat digunakan sebagai media latihan
sebelum melakukan konfigurasi langsung pada Raspberry Pi fisik.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Pi-hole. (2026).
Pi-hole: Network-wide Ad Blocking. https://pi-hole.net/
2. Pi-hole Documentation.
(2026). Overview of Pi-hole. https://docs.pi-hole.net/
3. Pi-hole Documentation.
(2026). Basic Installation. https://docs.pi-hole.net/main/basic-install/
4. Pi-hole Documentation.
(2026). The pihole Command. https://docs.pi-hole.net/main/pihole-command/
5. Pi-hole Documentation.
(2025). Blocking Mode. https://docs.pi-hole.net/ftldns/blockingmode/
6. Pi-hole Documentation.
(2025). Upstream DNS Providers. https://docs.pi-hole.net/guides/dns/upstream-dns-providers/
7. Pi-hole Documentation.
(2025). Configuring DNS-Over-HTTPS Using cloudflared. https://docs.pi-hole.net/guides/dns/cloudflared/
8. Raspberry Pi. (2026).
Raspberry Pi Software. https://www.raspberrypi.com/software/
9. Raspberry Pi
Documentation. (2026). Getting Started with Raspberry Pi. https://www.raspberrypi.com/documentation/computers/getting-started.html
10. Raspberry Pi. (2026).
Raspberry Pi OS Downloads. https://www.raspberrypi.com/software/operating-systems/
11. Hoffman, P., &
McManus, P. (2018). RFC 8484: DNS Queries over HTTPS (DoH). RFC Editor. https://www.rfc-editor.org/rfc/rfc8484.html
12. Englehardt, S., &
Narayanan, A. (2016). Online Tracking: A 1-million-site Measurement and
Analysis. ACM CCS. https://dl.acm.org/doi/10.1145/2976749.2978313
13. Englehardt, S., &
Narayanan, A. (2016). Online Tracking: A 1-million-site Measurement and
Analysis. PDF. https://senglehardt.com/papers/ccs16_online_tracking.pdf
14. Shuba, A.,
Markopoulou, A., & Shafiq, Z. (2018). NoMoAds: Effective and Efficient
Cross-App Mobile Ad-Blocking. Proceedings on Privacy Enhancing Technologies. https://petsymposium.org/popets/2018/popets-2018-0035.pdf
15. Garimella, K.,
Kostakis, O., & Mathioudakis, M. (2017). Ad-blocking: A Study on
Performance, Privacy and Counter-measures. arXiv. https://arxiv.org/abs/1705.03193
16. Hashmi, S. S., Ikram,
M., & Kaafar, M. A. (2019). A Longitudinal Analysis of Online Ad-Blocking
Blacklists. arXiv. https://arxiv.org/abs/1906.00166
ANGGOTA KELOMPOK
NIM
2341160101
Bertanggung jawab sebagai penyusun konsep
dan penulis artikel. Kontribusinya meliputi penyusunan pendahuluan, latar
belakang, konsep dasar Pi-hole, serta penjelasan manfaat sistem pemblokiran
iklan berbasis jaringan.
NIM
2341160003
Bertanggung jawab sebagai teknisi instalasi
Raspberry Pi. Kontribusinya meliputi proses flashing Raspberry Pi OS ke microSD
card, pemasangan Raspberry Pi 3, serta pengujian koneksi jaringan.
NIM 2341160138
Bertanggung jawab sebagai teknisi konfigurasi sistem. Kontribusinya meliputi remote access menggunakan PuTTY, pembaruan sistem Raspberry Pi, serta instalasi Pi-hole.
Puji
Kartiko Wibowo
NIM
2341160072
Bertanggung jawab sebagai teknisi jaringan.
Kontribusinya meliputi konfigurasi DNS pada komputer atau laptop, pengujian
koneksi Pi-hole, dan pemantauan dashboard.
Sheva Eka Bima Anugerah
NIM 2241160116
Bertanggung jawab sebagai dokumentator dan
penguji sistem. Kontribusinya meliputi dokumentasi gambar, penyusunan hasil
pengujian, penjelasan batasan Pi-hole, serta penyusunan daftar pustaka.









