1. Pendahuluan
Bab Dua ini membahas muatan listrik dan medan listrik sebagai fondasi awal untuk memahami perangkat dan sistem telekomunikasi digital. Dalam program studi Jaringan Telekomunikasi Digital, pembahasan muatan listrik tidak diarahkan menjadi fisika umum yang luas, melainkan difokuskan pada konsep yang benar-benar digunakan kembali pada mata kuliah Rangkaian Listrik, Dasar Teknik Elektronika, Instrumentasi Dasar dan Pengukuran Elektrik, Sistem Komunikasi Fiber Optik, Antena, Saluran Transmisi dan Gelombang Mikro, Sistem Komunikasi Radio, Sistem Komunikasi Seluler, serta Mikrokontroler dan IoT.
Pada level paling dasar, sinyal listrik merupakan representasi perubahan muatan, tegangan, arus, dan energi terhadap waktu. Sensor menghasilkan sinyal karena ada perubahan muatan atau distribusi medan. Kabel, PCB, konektor, kapasitor, sensor kapasitif, antena, dan saluran transmisi semuanya bekerja karena adanya interaksi medan listrik dan medan magnet. Oleh
karena itu, sebelum kita mempelajari rangkaian, elektronika, antena, atau komunikasi radio, kita perlu memahami bahwa listrik bukan hanya angka tegangan pada alat ukur, tetapi juga fenomena medan yang bekerja di ruang sekitar konduktor dan material [1], [4], [6].
Gambar 2.1. Peta kontribusi Bab II terhadap
mata kuliah
inti telekomunikasi digital.
Bab ini tetap dirancang sesuai keterbatasan tatap muka 100 menit (2 × 50 menit). Materi inti yang wajib disampaikan di kelas adalah konsep muatan listrik, Hukum Coulomb, medan listrik, prinsip superposisi, serta contoh aplikasinya pada perangkat telekomunikasi. Materi fluks listrik, Hukum Gauss, dipol listrik, dan pengaruh medan listrik pada struktur kabel atau PCB ditempatkan sebagai pengayaan agar tidak membebani satu pertemuan.
2. Posisi Bab II dalam Kurikulum Telekomunikasi Digital
Materi muatan dan medan listrik sangat penting karena menjadi dasar bagi tiga kelompok kompetensi. Pertama, kompetensi kelistrikan dasar, yaitu pemahaman tentang tegangan, arus, kapasitansi, energi listrik, dan hubungan antar-komponen. Kedua, kompetensi perangkat telekomunikasi, yaitu pemahaman tentang sensor, rangkaian masukan, PCB, konektor, ESD, dan front-end RF. Ketiga, kompetensi propagasi dan media transmisi, yaitu pemahaman bahwa gelombang elektromagnetik tersusun dari medan listrik dan medan magnet yang saling berkaitan.
Tabel 2.1 memperlihatkan kontribusi langsung Bab II terhadap mata kuliah lain.
|
Mata Kuliah Lanjutan |
Kontribusi Bab II |
|
Rangkaian Listrik |
Dasar tegangan, beda potensial, dan kapasitansi. |
|
Dasar Teknik Elektronika |
Dasar kerja dioda, transistor, sensor, dan input
impedance. |
|
Instrumentasi Dasar |
Dasar sensor kapasitif, probe osiloskop, dan
gangguan akibat loading. |
|
Antena |
Dasar medan listrik, polarisasi, dan radiasi elektromagnetik. |
|
Saluran Transmisi dan Gelombang Mikro |
Dasar distribusi medan pada kabel koaksial dan microstrip. |
|
Sistem Komunikasi Radio |
Dasar hubungan medan listrik dengan intensitas sinyal RF. |
|
Sistem Komunikasi Seluler |
Dasar propagasi radio, interferensi, dan polarisasi antena. |
|
Mikrokontroler dan IoT |
Dasar ESD, sensor kapasitif, ADC
input, dan
gangguan pada kabel sensor. |
|
Sistem Komunikasi Fiber Optik |
Dasar medan elektromagnetik pada media
dielektrik dan mode propagasi. |
Dengan pemetaan ini, materi yang kurang relevan seperti gerak mekanika, momentum, rotasi, atau termodinamika tidak dimasukkan ke dalam Bab II. Fokus bab ini adalah listrik statis sebagai dasar elektromagnetik.
3. Konsep Muatan Listrik
Muatan listrik adalah sifat dasar partikel yang menyebabkan partikel tersebut mengalami gaya ketika berada dalam medan elektromagnetik. Dalam konteks teknik, muatan listrik menjadi dasar munculnya tegangan, arus, energi listrik, dan sinyal. Muatan dinyatakan dalam satuan coulomb, dengan simbol �. Satuan coulomb terkait langsung dengan ampere dan sekon melalui hubungan 1 � = 1 � �. Definisi ampere dalam SI modern dikaitkan dengan nilai tetap muatan elementer � [5].
Secara mikroskopik, muatan listrik pada bahan berasal dari proton dan elektron. Proton memiliki muatan positif, sedangkan elektron memiliki muatan negatif. Besar muatan elementer adalah:
� = 1.602176634 × 10−19 �
Nilai tersebut merupakan nilai tetap dalam Sistem Internasional Satuan dan juga tercantum pada basis data konstanta fundamental NIST [2], [5]. Artinya, suatu benda bermuatan tidak dapat memiliki muatan sembarang secara kontinu, tetapi muatannya merupakan kelipatan
bilangan bulat dari muatan elementer.
� = ��
Pada persamaan tersebut, � adalah muatan total, � adalah bilangan bulat yang menyatakan jumlah kelebihan atau kekurangan elektron, dan � adalah muatan elementer. Jika suatu benda
kehilangan elektron, benda tersebut menjadi bermuatan positif. Jika suatu benda menerima elektron, benda tersebut menjadi bermuatan negatif.
Dalam sistem telekomunikasi digital, konsep muatan terlihat pada banyak fenomena. Pada kapasitor, energi disimpan dalam bentuk pemisahan muatan pada dua pelat. Pada sensor kapasitif, perubahan lingkungan dapat mengubah distribusi muatan dan medan listrik. Pada input mikrokontroler, muatan kecil pada pin dapat menyebabkan perubahan level logika jika impedansi masukan sangat tinggi. Pada peristiwa electrostatic discharge (ESD), akumulasi muatan statis dapat menghasilkan beda potensial besar yang merusak komponen elektronik sensitif.
4. Hukum Kekekalan Muatan
Muatan listrik bersifat kekal. Dalam sistem tertutup, jumlah muatan total tidak berubah. Muatan dapat berpindah dari satu benda ke benda lain, tetapi tidak hilang begitu saja. Prinsip ini menjadi dasar analisis rangkaian listrik karena arus listrik pada dasarnya merupakan laju aliran muatan.
Secara sederhana, arus listrik didefinisikan sebagai laju perubahan muatan terhadap waktu:
��
� =
��
Untuk kasus arus konstan, hubungan tersebut dapat ditulis sebagai:
��
� =
��
Persamaan ini menunjukkan bahwa arus 1 ampere berarti terdapat aliran muatan sebesar 1 coulomb setiap detik. Walaupun pembahasan arus listrik akan diperdalam pada bab berikutnya dan pada mata kuliah Rangkaian Listrik, hubungan ini penting untuk menunjukkan bahwa arus bukan sekadar angka pada multimeter, melainkan gerakan muatan secara teratur.
5. Interaksi Muatan Listrik
Muatan listrik memiliki dua jenis, yaitu positif dan negatif. Muatan sejenis saling menolak, sedangkan muatan berbeda jenis saling menarik. Pernyataan sederhana ini menjadi dasar Hukum Coulomb dan semua fenomena listrik statis [1].
Gaya tarik atau tolak antara muatan tidak memerlukan kontak langsung. Dua benda bermuatan dapat saling memengaruhi melalui ruang di antaranya. Hal ini penting karena konsep medan muncul untuk menjelaskan bagaimana suatu muatan dapat memberikan pengaruh pada muatan lain tanpa harus bersentuhan secara mekanik.
Pada perangkat telekomunikasi, interaksi muatan tidak hanya terjadi pada benda besar, tetapi juga pada skala mikro. Di dalam komponen semikonduktor, distribusi muatan menentukan terbentuknya daerah deplesi pada junction. Pada sensor, perubahan muatan permukaan dapat memengaruhi sinyal keluaran. Pada kabel transmisi, pemisahan muatan antara konduktor pusat dan shield menghasilkan medan listrik yang membawa energi sinyal.
6. Hukum Coulomb
Hukum Coulomb menyatakan bahwa gaya listrik antara dua muatan titik berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak di antara keduanya. OpenStax University Physics Volume 2 menjelaskan bahwa gaya antara muatan listrik bergantung pada besar muatan dan jarak pemisahan, serta arahnya terletak pada garis yang menghubungkan kedua muatan [1].
Secara skalar, besar gaya Coulomb dinyatakan sebagai:
| �1 �2 |
Dengan:
1. � = gaya listrik dalam newton (�),
2. �1 dan �2 = muatan listrik dalam coulomb (�),
3. � = jarak antara dua muatan dalam meter (�),
4. � = konstanta Coulomb
7. Makna Teknik Hukum Coulomb
Hukum Coulomb tidak hanya penting sebagai rumus fisika. Dalam rekayasa telekomunikasi, hukum ini menjelaskan dasar mengapa muatan dapat membentuk medan, mengapa tegangan muncul akibat pemisahan muatan, dan mengapa material dielektrik dapat memengaruhi penyimpanan energi listrik.
Pada PCB berkecepatan tinggi, jalur sinyal dan ground plane membentuk distribusi medan listrik. Jika tata letak jalur buruk, medan dapat menyebar ke jalur lain dan menyebabkan coupling atau crosstalk. Pada kabel koaksial, sinyal tidak hanya berjalan sebagai arus di logam, tetapi juga sebagai energi medan elektromagnetik di ruang dielektrik antara konduktor pusat dan konduktor luar. Pada sensor kapasitif, perubahan posisi objek menyebabkan perubahan distribusi medan sehingga dapat diterjemahkan menjadi perubahan kapasitansi.
Karena itu, Hukum Coulomb menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa sistem telekomunikasi bukan hanya kumpulan rangkaian, tetapi juga sistem medan.
8. Contoh Perhitungan Hukum Coulomb
Dua muatan titik sebesar �1 = 2 �� dan �2 = 3 �� dipisahkan sejauh � = 0.5 � di udara. Hitung besar gaya listrik antara kedua muatan.
Diketahui
Karena kedua muatan bernilai positif, gaya yang terjadi adalah tolak-menolak. Contoh ini menunjukkan bahwa muatan kecil dalam satuan mikro-coulomb tetap dapat menghasilkan gaya yang terukur jika jaraknya cukup dekat.
9. Medan Listrik
Konsep medan listrik diperkenalkan untuk menjelaskan pengaruh suatu muatan terhadap ruang di sekitarnya. Medan listrik di suatu titik didefinisikan sebagai gaya listrik per satuan muatan uji positif yang ditempatkan pada titik tersebut [1], [4].
�⃗⃗ = �⃗
�0
Dengan:
5. �⃗⃗ = medan listrik dalam newton per coulomb (�/�) atau volt per meter (�/�),
6. �⃗ = gaya listrik pada muatan uji,
7. �0 = muatan uji positif
Gambar 2.5 Definisi medan listrik sebagai gaya per satuan muatan uji.
Jika medan listrik dihasilkan oleh satu muatan titik �, maka besar medan listrik pada jarak �
dari muatan tersebut adalah:
Dalam bentuk vektor:
Arah medan listrik keluar dari muatan positif dan masuk menuju muatan negatif. Konsep arah ini penting karena nantinya digunakan untuk memahami polarisasi antena, arah medan pada saluran transmisi, serta orientasi medan pada gelombang elektromagnetik.
10. Garis Medan Listrik
Garis medan listrik adalah representasi visual untuk menunjukkan arah dan kekuatan medan listrik. Garis medan bukan benda fisik, tetapi alat bantu konseptual. Kerapatan garis medan menunjukkan kuat medan. Semakin rapat garis medan, semakin besar medan listrik di daerah tersebut.
Aturan dasar garis medan listrik adalah:
- garis medan keluar dari muatan positif;
- garis medan masuk ke muatan negatif;
- garis medan tidak saling berpotongan;
- kerapatan garis medan menunjukkan kuat medan;
- arah garis medan menunjukkan arah gaya pada muatan uji positif.
11. Satuan Medan Listrik
12. Prinsip Superposisi Medan Listrik
Prinsip superposisi sangat penting dalam telekomunikasi. Interferensi sinyal radio dapat dipahami sebagai penjumlahan medan elektromagnetik dari beberapa sumber. Crosstalk pada kabel atau PCB terjadi karena medan dari satu jalur memengaruhi jalur lain. Pada antena array, pola radiasi dibentuk melalui superposisi medan dari banyak elemen antena. Dengan memahami superposisi sejak medan listrik statis, kita akan lebih mudah memahami konsep interferensi, beamforming, dan MIMO pada mata kuliah lanjutan.
13. Contoh Konseptual Superposisi
Misalkan suatu titik � dipengaruhi oleh dua muatan positif identik yang berada di kiri dan kanan titik tersebut dengan jarak sama. Medan listrik dari muatan kiri di titik � mengarah ke kanan, sedangkan medan listrik dari muatan kanan mengarah ke kiri. Karena besar kedua medan sama tetapi arahnya berlawanan, medan total di titik � adalah nol.
14. Medan Listrik dan Potensial Listrik sebagai Jembatan ke Bab Berikutnya
Walaupun pembahasan utama bab ini adalah muatan dan medan listrik, konsep potensial listrik perlu diperkenalkan secara singkat karena akan menjadi pusat Bab III. Potensial listrik adalah energi potensial listrik per satuan muatan.
15. Medan Listrik pada Kabel Koaksial
Energi sinyal pada kabel koaksial tidak hanya bergerak melalui elektron dalam konduktor, tetapi juga melalui medan elektromagnetik di daerah dielektrik. Pemahaman ini penting untuk mata kuliah Saluran Transmisi dan Gelombang Mikro. Impedansi karakteristik kabel, kecepatan rambat, rugi-rugi, dan matching semuanya berkaitan dengan distribusi medan listrik dan medan magnet di sekitar struktur konduktor [6].
Pada tahap Bab II, kita tidak perlu menghitung persamaan medan koaksial secara mendalam. Yang perlu dipahami adalah bahwa medan listrik terbentuk di antara dua konduktor yang memiliki beda potensial, dan distribusi medan tersebut menentukan perilaku sinyal pada frekuensi tinggi.
16. Medan Listrik pada PCB dan Microstrip
Gambar 2.9. Medan listrik pada struktur microstrip.
Pada microstrip, sebagian medan listrik berada di dalam substrat dielektrik dan sebagian berada di udara. Karena medan tidak seluruhnya berada dalam satu medium, kecepatan rambat sinyal dan impedansi karakteristik bergantung pada permitivitas efektif. Konsep ini akan muncul kembali pada mata kuliah Saluran Transmisi dan Gelombang Mikro.
Untuk Bab II, fokus kita cukup pada ide dasar: beda potensial antara jalur sinyal dan ground menghasilkan medan listrik. Pada frekuensi tinggi, bentuk jalur, lebar jalur, jarak ke ground, dan jenis substrat bukan lagi detail mekanis, tetapi bagian dari desain elektromagnetik.
17. Medan Listrik dan Sensor Kapasitif
Sensor kapasitif bekerja berdasarkan perubahan medan listrik antara dua elektroda. Ketika objek mendekati elektroda atau material di antara elektroda berubah, distribusi medan listrik berubah. Perubahan ini menyebabkan perubahan kapasitansi yang dapat diukur oleh rangkaian.
Rumus tersebut akan dibahas lebih mendalam pada Bab III. Dalam Bab II, rumus ini hanya digunakan untuk memperlihatkan bahwa medan listrik memiliki dampak langsung terhadap perangkat sensor. Pada IoT, sensor kapasitif dapat digunakan untuk deteksi sentuhan, level cairan, kelembapan, dan kedekatan objek. Oleh karena itu, konsep medan listrik memiliki hubungan langsung dengan perangkat sensor dan sistem akuisisi data.
@bannerkuy Dia (skripsi) membuat tidurku tak tenang😖 Mau momen sidangmu makin berkesan? Serahin aja banner sidangmu di Bannerkuy guys! Ada ratusan katalog desain lho.. pengerjaan cepat dan siap jadi di hari selebrasimu🤩✨️ #bannersidangmalang #cetakbannermalang #desainbanner #sidangskripsi #mahasiswaakhir ♬ Armada dimabuk cinta - DED🎶
Materi BAB 2 dalam bentuk file pdf
18. Medan Listrik dan Electrostatic Discharge (ESD)
19. Fluks Listrik sebagai Materi Pengayaan
20. Hukum Gauss sebagai Pengantar ke Elektromagnetik
21. Dipol Listrik dan Relevansinya terhadap Telekomunikasi
22. Keterbatasan Model Muatan Titik
23. Studi Kasus 1: Mengapa Pin Mikrokontroler Mudah Terganggu?
24. Studi Kasus 2: Mengapa Kabel Sinyal Perlu Shielding?
Kabel sinyal yang panjang dapat menangkap gangguan medan listrik dari lingkungan. Gangguan tersebut dapat berasal dari kabel daya, motor, switching power supply, transmitter radio, atau perangkat digital berkecepatan tinggi. Shielding digunakan untuk mengurangi pengaruh medan eksternal terhadap konduktor sinyal.
Pada kabel koaksial, shield berfungsi sebagai konduktor referensi sekaligus pelindung. Medan listrik sinyal dipertahankan terutama di antara konduktor pusat dan shield. Hal ini membantu mengurangi radiasi keluar dan gangguan masuk.
Secara fisika, shielding memanfaatkan fakta bahwa muatan pada konduktor dapat terdistribusi ulang untuk meniadakan medan listrik di dalam konduktor pada keadaan elektrostatik. Konsep ini akan muncul kembali dalam pembahasan grounding, EMC, dan desain kabel komunikasi.
25. Studi Kasus 3: Medan Listrik pada Sistem RF dan Antena
Pada sistem RF, sinyal tidak dapat dipandang hanya sebagai tegangan terhadap waktu. Sinyal RF juga memiliki medan listrik dan medan magnet. Ketika sinyal mencapai antena, distribusi muatan dan arus yang berubah terhadap waktu menghasilkan medan elektromagnetik yang merambat ke ruang bebas.
- pemisahan muatan menghasilkan medan listrik;
- arus listrik menghasilkan medan magnet;
- medan listrik dan medan magnet yang berubah terhadap waktu saling membangkitkan;
- kombinasi keduanya membentuk gelombang elektromagnetik.
26. Kesalahan Konsep yang Sering Terjadi
|
Kesalahan Konsep |
Koreksi |
|
Tegangan dianggap sama dengan medan listrik. |
Tegangan adalah beda potensial, sedangkan medan listrik adalah perubahan potensial per satuan jarak. |
|
Arus dianggap mengalir tanpa peran medan. |
Arus pada konduktor dipicu oleh medan listrik yang mendorong pembawa muatan. |
|
Kabel dianggap hanya membawa elektron. |
Energi sinyal juga dibawa oleh medan
elektromagnetik di sekitar struktur kabel. |
|
Garis medan dianggap benda nyata. |
Garis medan adalah representasi visual arah dan kuat medan. |
|
Muatan statis dianggap tidak berbahaya. |
ESD dapat merusak komponen elektronik sensitif. |
|
Medan listrik hanya penting untuk fisika, bukan
telekomunikasi. |
Medan listrik menjadi dasar antena, RF, kabel, sensor, PCB, dan saluran transmisi. |
27. Ringkasan Bab
Bab ini menjelaskan bahwa muatan listrik adalah konsep dasar yang menjadi sumber interaksi listrik. Muatan bersifat diskrit dan merupakan kelipatan dari muatan elementer. Muatan sejenis saling menolak, sedangkan muatan berbeda jenis saling menarik. Hukum Coulomb menyatakan bahwa gaya antara dua muatan titik berbanding lurus dengan hasil kali muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.
Medan listrik didefinisikan sebagai gaya per satuan muatan uji. Medan listrik dapat digambarkan menggunakan garis medan, dengan arah keluar dari muatan positif dan masuk menuju muatan negatif. Jika terdapat banyak muatan, medan total diperoleh melalui prinsip superposisi vektor.
Dalam sistem telekomunikasi digital, medan listrik relevan pada kabel koaksial, microstrip, sensor kapasitif, ESD, input mikrokontroler, dan antena. Oleh karena itu, Bab II menjadi fondasi penting sebelum mempelajari kapasitansi, arus listrik, medan magnet, induksi elektromagnetik, gelombang elektromagnetik, saluran transmisi, dan antena.
28. Persamaan Penting Bab II
|
No. |
Persamaan |
Makna |
||
|
1 |
� = �� |
Muatan bersifat kelipatan muatan elementer. |
||
|
2 |
� = �� �� |
Arus adalah laju aliran muatan. |
||
|
3 |
� = � |
| �1 �2
| �2 |
Besar gaya Coulomb. |
|
|
4 |
�
= 1 4��0 |
Hubungan konstanta Coulomb dan
permitivitas vakum. |
||
|
5 |
⃗ �⃗⃗ = � �0 |
Definisi medan listrik. |
||
|
6 |
� = � |
|�| �2 |
Medan listrik dari muatan titik. |
|
|
7 |
�⃗⃗����� = ∑ �⃗⃗� |
Prinsip superposisi medan. |
||
|
� |
||||
|
8 |
� = � � |
Potensial listrik sebagai energi per satuan
muatan. |
||
|
9 |
� = �� � |
Hubungan medan dan beda potensial pada
medan seragam. |
||
|
10 |
��� = ��cos� |
Fluks listrik pada medan seragam. |
||
|
11 |
∮ �⃗⃗ ⋅ ��⃗ =
�� �� �0 |
Hukum Gauss. |
||
29. Soal Latihan
- Sebuah benda memiliki kelebihan 5,0 × 10^12 elektron. Hitung muatan total benda.
- Dua muatan q1 = +2 μC dan q2 = −3 μC berjarak 0,20 m. Hitung besar gaya Coulomb dan tentukan sifat gayanya.
- Hitung medan listrik pada jarak 0,30 m dari muatan titik +4 nC di ruang bebas.
- Muatan uji −2 nC berada dalam medan listrik seragam 500 N/C. Hitung besar gaya listrik dan arah relatif terhadap medan.
- Dua medan listrik segaris di suatu titik masing-masing 300 N/C ke kanan dan 120 N/C ke kiri. Tentukan medan total.
- Medan listrik seragam 200 N/C menembus tegak lurus permukaan seluas 0,010 m². Hitung fluks listriknya.
- Sebuah dipol terdiri dari muatan ±1 nC yang terpisah 5 mm. Hitung besar momen dipol.
- Jelaskan mengapa garis medan listrik keluar dari muatan positif dan masuk ke muatan negatif.
- Jelaskan prinsip superposisi medan listrik.
- Mengapa kabel koaksial mampu membatasi medan listrik lebih baik daripada kawat tunggal?
- Mengapa pin input mikrokontroler yang floating mudah terganggu oleh medan listrik sekitar?
- Jelaskan hubungan ESD dengan akumulasi muatan dan beda potensial.
- Mengapa jalur microstrip pada PCB frekuensi tinggi harus dipandang sebagai struktur medan, bukan sekadar kawat?
- Jelaskan secara konseptual Hukum Gauss dan kapan hukum tersebut paling berguna.
- Jelaskan hubungan konsep medan listrik dengan antena.
30. Pembahasan Soal
1. Pembahasan Soal 1
Diketahui:
• n = 5,0 × 1012 elektron
• � = 1,602176634 × 10−19�
• Kelebihan elektron → tanda muatan negatif
Ditanya: Muatan q Rumus/Ketentuan:
Jawab:
Hasil akhir:
� = −��
� = −(5,0 × 1012)(1,602176634 × 10−19)
� = −8,01 × 10−7�
Jadi, muatan benda sekitar −0,801 μC.
2. Pembahasan Soal 2
Diketahui:
• �1 = +2 × 10−6�
• �2 = −3 × 10−6�
• � = 0,20�
9 2
• � = 8 , 99× 10 � ·�
�2
Ditanya:
Besar dan arah gaya Coulomb
Rumus/Ketentuan:
Jawab:
� = � |�1� 2 |
�2
(6 × 10−12)
� = (8,99 × 109)
(0,20)2
Hasil akhir:
� ≈ 1,35�
Karena tanda muatan berbeda, gaya bersifat tarik-menarik. Besarnya sekitar 1,35 N.
3. Pembahasan Soal 3
Diketahui:
• � = +4 × 10−9�
• � = 0,30�
9 2
• � = 8 , 99× 10 � ·�
�2
Ditanya:
Medan listrik E Rumus/Ketentuan:
Jawab:
�|�|
� = �2
(4 × 10−9)
� = (8,99 × 109)
(0,30)2
Hasil akhir:
� ≈ 399,6�/�
Jadi, medan listrik sekitar 4,00 × 102 N/C dan arahnya menjauhi muatan positif.
4. Pembahasan Soal 4
Diketahui:
• � = −2 × 10−9�
• � = 500�/�
Ditanya:
Gaya listrik F Rumus/Ketentuan:
Jawab:
Hasil akhir:
� = ��
� = (−2 × 10−9)(500)
� = −1,0 × 10−6�
Besar gaya adalah 1,0 μN dan karena muatan negatif, arahnya berlawanan dengan arah medan
listrik.
5. Pembahasan Soal 5
Diketahui:
• �1 = +300�/�
• �2 = −120�/�
Ditanya:
Rumus/Ketentuan: Jawab:
Hasil akhir:
������
������ = �1 + �2
������ = 300 − 120
������ = 180�/�
Jadi, medan total adalah 180 N/C ke kanan.
6. Pembahasan Soal 6
Diketahui:
• � = 200�/�
• � = 0,010�2
• θ = 0° terhadap normal
Ditanya:
Rumus/Ketentuan: Jawab:
���������������
��� = ��cos�
��� = 200 × 0,010 × cos0∘
2,0� · �2
Hasil akhir:
Jadi, fluks listriknya 2,0 N·m2/C.
7. Pembahasan Soal 7
Diketahui:
• � = 1 × 10−9�
��� = �
• � = 5 × 10−3�
Ditanya: Momen dipol p Rumus/Ketentuan:
Jawab:
Hasil akhir:
� = ��
� = (1 × 10−9)(5 × 10−3)
� = 5 × 10−12� · �
Jadi, besar momen dipol adalah 5 pC·m.
8. Pembahasan Soal 8
Diketahui:
• Arah medan didefinisikan sebagai arah gaya pada muatan uji positif.
Ditanya:
Arah garis medan
Rumus/Ketentuan:
Jawab:
�
� =
����
, ���� positif
Muatan uji positif ditolak oleh sumber positif sehingga arah medan menjauhi muatan positif. Muatan uji positif ditarik oleh sumber negatif sehingga arah medan menuju muatan negatif. Hasil akhir:
Jadi, konvensi arah medan mengikuti arah gaya yang akan dialami muatan uji positif.
9. Pembahasan Soal 9
Diketahui:
• Terdapat lebih dari satu muatan sumber.
Ditanya:
Cara menentukan medan total
Rumus/Ketentuan:
Jawab:
������ = ���� ������������
Hitung medan dari setiap muatan seolah-olah muatan lain tidak ada.
�����ℎ��� ������ℎ ����� ������ ������ℎ������ ���ℎ/�������� ���������.
Hasil akhir:
Medan total merupakan penjumlahan vektor semua kontribusi medan listrik.
10. Pembahasan Soal 10
Diketahui:
• Kabel koaksial memiliki konduktor pusat dan shield konduktif yang mengelilinginya.
Ditanya:
Hubungan struktur koaksial dengan medan listrik
Rumus/Ketentuan:
������ ���� ��������� ��������� ���������� ����� �������� �� ������ ��������� ����� ��� �ℎ����.
Jawab:
Shield menyediakan batas equipotensial dan jalur balik arus.
Struktur tertutup mengurangi kebocoran medan ke lingkungan dan mengurangi kopling gangguan dari luar.
Hasil akhir:
Karena itu, geometri koaksial membantu confinement medan dan meningkatkan ketahanan terhadap interferensi.
11. Pembahasan Soal 11
Diketahui:
• Input floating memiliki impedansi sangat tinggi dan tidak memiliki referensi logika yang kuat. Ditanya:
Penyebab gangguan
Rumus/Ketentuan:
������ ����� ���� ������� ��������� ����� �������ℎ ��������� �����.
Jawab:
Medan sekitar dapat menginduksi atau memindahkan muatan kecil pada pin.
������ ���� ����� ������ �����, ������ �������� ����� ����ℎ������� ������ℎ�� �������� ���� �����
Hasil akhir:
Karena itu, input digital biasanya diberi pull-up atau pull-down agar memiliki referensi tegangan yang pasti.
12. Pembahasan Soal 12
Diketahui:
• ESD terjadi setelah muatan statis terakumulasi pada dua objek dengan potensial berbeda. Ditanya:
Mekanisme ESD Rumus/Ketentuan:
���� ��������� ������ ����ℎ������� ����� ������� �����; ���� ����� ��������� �������� ���������� �
/��������, ������� ���������.
Jawab:
Muatan berpindah sangat cepat untuk menyamakan potensial. Arus sesaat yang besar dapat merusak junction semikonduktor. Hasil akhir:
ESD adalah pelepasan cepat akibat beda potensial yang berasal dari akumulasi muatan statis.
13. Pembahasan Soal 13
Diketahui:
• Microstrip terdiri dari jalur konduktor, substrat dielektrik, dan ground plane. Ditanya:
Alasan pendekatan medan
Rumus/Ketentuan:
������ ������ ��������� ��� �������� ������� ���������� ����� ������� ��� ����� ������ �� ������� �
Jawab:
Geometri dan permitivitas substrat menentukan kapasitansi per panjang serta impedansi karakteristik.
Pada frekuensi tinggi, panjang jalur dapat sebanding dengan panjang gelombang sehingga model lumped sederhana tidak cukup.
Hasil akhir:
Karena itu, microstrip adalah struktur saluran transmisi yang perilakunya ditentukan oleh distribusi medan.
14. Pembahasan Soal 14
Diketahui:
• Hukum Gauss menghubungkan fluks listrik total melalui permukaan tertutup dengan muatan bersih yang dilingkupinya.
Ditanya:
Makna dan kegunaan Hukum Gauss
Rumus/Ketentuan:
Jawab:
∮ � · �� =
���������
�0
Hukum Gauss selalu berlaku, tetapi sangat efisien untuk distribusi muatan yang memiliki simetri tinggi seperti bola, silinder, atau bidang luas.
Untuk geometri tak simetris, integralnya dapat lebih sulit daripada metode lain. Hasil akhir:
Hukum Gauss sangat berguna saat simetri memungkinkan besar dan arah medan disederhanakan.
15. Pembahasan Soal 15
Diketahui:
• Muatan dan arus pada antena berubah terhadap waktu.
Ditanya:
Hubungan medan listrik dan antena
Rumus/Ketentuan:
������ℎ�� ���������� ������ ����ℎ������� ����� ������� ������ℎ �����; ���� ����ℎ������� ����� �
Jawab:
Pada daerah dekat, medan E dan H dapat memiliki hubungan kompleks.
Pada daerah jauh, keduanya membentuk gelombang elektromagnetik yang merambat membawa energi.
Hasil akhir:
Medan listrik merupakan salah satu komponen utama radiasi elektromagnetik yang dibangkitkan antena.
31. Daftar Referensi
[1] OpenStax, University Physics Volume 2, Section 5.1 “Electric Charge” and Section 5.3 “Coulomb’s Law”, Rice University. Tautan: https://openstax.org/books/university-physics- volume-2/pages/5-1-electric-charge dan https://openstax.org/books/university-physics- volume-2/pages/5-3-coulombs-law
[2] National Institute of Standards and Technology (NIST), “CODATA Value: elementary
charge.” Tautan: https://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?e=
[3] National Institute of Standards and Technology (NIST), “CODATA Value: vacuum electric permittivity.” Tautan: https://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?eqep0=
[4] Massachusetts Institute of Technology OpenCourseWare, “Physics II: Electricity and Magnetism with an Experimental Focus: Lecture Notes.” Tautan: https://ocw.mit.edu/courses/8-02x-physics-ii-electricity-magnetism-with-an- experimental-focus-spring-2005/pages/lecture-notes/
[5] Bureau International des Poids et Mesures (BIPM), “SI base unit: ampere (A).” Tautan:
https://www.bipm.org/en/si-base-units/ampere
[6] W. H. Hayt and J. A. Buck, Engineering Electromagnetics, McGraw-Hill Education. Tautan penerbit: https://www.mheducation.com/
[7] D. J. Griffiths, Introduction to Electrodynamics, Cambridge University Press. Tautan penerbit:
https://www.cambridge.org/
[8] S. Ramo, J. R. Whinnery, and T. Van Duzer, Fields and Waves in Communication Electronics, Wiley. Tautan penerbit: https://www.wiley.com/