Kompetensi yang dicapai:
- Mampu menggunakan voltmeter untuk mengukur tegangan sepanjang saluran dengan benar
- Mampu menjelaskan data-data hasil pengukuran ke pola-pola distribusi tegangan
1. Tujuan
- Mengukur distribusi tegangan pada frekuensi yang berbeda.
- Mengenal distribusi l/4.
2. Diagram Rangkaian
3. Alat-alat dan Komponen yang Digunakan
|
Jumlah |
Nama lnstrumen /Alat |
Nomor Instrumen / Alat |
|
1 |
Generator Fungsi |
|
|
1 |
Oscilloscope
Dual Trace |
|
|
1 |
Frequency
Counter |
|
|
2 |
Test probe,
10:1/1:1, switchable |
|
|
1 |
Dioda adapter |
|
|
2 |
Probe adapter |
|
|
2 |
Saluran koaksial |
|
|
1 |
Kabel BNC/BNC |
|
|
1 |
Set kabel
penghubung dan plug |
|
|
1 |
Multimeter |
|
|
1 |
T konektor BNC* |
|
4. Dasar Teori
Pengukuran pada saluran ujung akhir dihubung singkat tidak dipengaruhi secara serius oleh beban test probe. Ujung akhir terhubung singkat artinya U5 sampai U6 = 0, tetapi U6 sampai U10 tidak sama dengan nol.
Pada frekuensi rendah, distribusi tegangan mengikuti nilai ohmic sepanjang saluran (Konduktor luar dan dalam). Saat osiloskup dan Generator keduanya ditanahkan pada ujung awal saluran, MP10. Di sini tegangan jatuh pada MP6 sampai MP10 diabaikan. Saat frekuensi dinaikkan, tegangan pada depan titik pengukuran naik secara proporsional dan pada frekuensi tertentu, mengikuti fungsi kosinus. Kemudian distribusi l/4 tercapai.
Bahwa tegangan sumber dalam pengukuran seri jauh lebih kecil dibebani seperti dalam pengukuran saluran ujung akhir dibuka. Seperti terlihat nantinya bahwa pemindahan resistansi terjadi dalam pengukuran hubung singkat.
Dalam kasus l/4, hubung singkat pada ujung akhir saluran diubah menjadi hubung buka pada awal saluran. Di dalam pengukuran saluran hubung terbuka, hubung buka pada ujung akhir saluran diubah ke hubung singkat pada awal saluran, oleh karena menghasilkan suatu pembebanan pada Generator. Distribusi l/4 tercapai bila distribusi tegangan mengikuti fungsi kosinus.
5. Langkah Kerja
Sebelum merangkai peralatan, semua alat harus diuji kelayakan guna
5.1 Rangkai seperti pada diagram gambar 2.
Hubung singkat ujung akhir saluran dengan plug.
Atur Generator ke U; = 2 VPP dan berikan pada MP1 dan MP10 pada frekuensi yang diberikan dalam tabel.
Atur kembali U1 bila diperlukan. Posisi Oscilloscope :
Y1 : (0,5 V/div; 10:.1) ke MP1-MP10.
Y2 : 0, 1 V - 1 V/div; 10:1) ke MP2-MP9. TB disesuaikan dengan keperluan. Catat nilai yang terukur.
5.2 Pada frekuensi berapa tegangan yang terukur pada MP2 ke MP5 mengikuti fungsi kosinus?
Kondisi apa yang dicapai sekarang ?
Bagaimana hubung singkat pada ujung akhir diubah ?
Kapan kenaikkan tegangan dapat terjadi pada saluran terhubung singkat ?
6. Hasil Percobaan
Untuk 5.1
f MP1 MP2 MP3 MP4 MP5= MP6 MP7 MP8 MP9 Vpp
10 kHz Vpp
100 kHz 2,0 Vpp Vpp
200 kHz 2,0 Vpp Vpp
300 kHz 2,0 Vpp Vpp
400 kHz 2,0 Vpp Vpp
500 kHz 2,0 Vpp Vpp
5.2 Pada frekuensi = kHz, tegangan yang terukur pada titik 2 sampai 5 mengukuti fungsi kosinus.
Distribusi tegangan yang dicapai ..
Rangkaian hubung singkat pada ujung akhir ditransfer pada rangkaian saluran ujung awal.
Pada frekuensi > 350 kHz, tegangan saluran terjadi dibandingkan dengan sumber.
7. Analisa Data
8. Kesimpulan
9. Referensi
1. Transmission Line – Lucas Nülle
2. Handbook Transmission